Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

8 Cedera Lari yang Paling Umum dan Cara Menghindarinya

Marthadi • Sabtu, 6 Desember 2025 | 10:50 WIB

Ilustrasi cedera lutut. (therunningweek.com)
Ilustrasi cedera lutut. (therunningweek.com)
LombokPost - Lari merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga kebugaran, tetapi tak jarang pelari harus menghadapi cedera.

Pelajari 8 cedera paling umum yang sering dialami pelari dan cara terbaik untuk mencegahnya agar tetap aktif tanpa hambatan.

8 Cedera Lari Paling Umum

Lari menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk meningkatkan kebugaran. Namun, meski memberikan banyak manfaat, banyak pelari yang harus menghadapi cedera akibat stres berulang atau cedera mendadak.

Lebih dari 80 persen cedera lari disebabkan oleh tekanan berulang pada tubuh. Artikel ini membahas 8 cedera lari paling umum, gejalanya, serta cara pengobatan dan pencegahannya.

1. Lutut Pelari (Patellofemoral Syndrome)

Lutut pelari adalah cedera umum yang menyebabkan rasa sakit di depan lutut akibat penggunaan berlebihan.

Gejalanya meliputi rasa sakit tumpul yang memburuk dengan duduk lama, berolahraga, atau saat naik tangga. Pemeriksaan fisik dan terapi fisik dapat membantu mengatasi cedera ini.

2. Tendinitis Achilles

Cedera ini terjadi akibat peradangan pada tendon Achilles yang menghubungkan otot betis dengan tumit.

Tendinitis ini sering muncul setelah meningkatkan jarak atau intensitas lari. Gejala umumnya adalah rasa sakit tumpul di atas tumit dan pembengkakan sepanjang tendon. Pengobatan awal sangat penting untuk menghindari robekan tendon.

3. Sindrom IT Band

Sindrom IT band disebabkan oleh gesekan berulang dari jaringan penghubung (IT band) yang menggosok tulang kaki.

Rasa sakit tajam di sisi luar lutut menjadi gejala utama. Terapis fisik dan penguatan otot gluteal dapat membantu mengurangi risiko cedera ini.

4. Shin Splints

Cedera ini sering terjadi pada pelari yang meningkatkan volume lari terlalu cepat, terutama di permukaan keras.

Gejalanya termasuk rasa sakit tumpul di bagian depan kaki. Istirahat adalah solusi utama untuk mengatasi shin splints.

5. Cedera Hamstring

Hamstring yang tegang atau lemah bisa menyebabkan cedera akibat tekanan berulang.

Gejalanya berupa rasa sakit di bagian belakang paha dan kekakuan pada otot. Istirahat dan terapi fisik dapat membantu pemulihan.

6. Fasciitis Plantar

Cedera ini melibatkan iritasi pada lapisan jaringan di bawah kaki yang berfungsi sebagai peredam saat berjalan atau berlari.

Gejalanya meliputi rasa sakit di bawah tumit yang semakin parah di pagi hari. Pengobatan dengan istirahat dan peregangan dapat membantu mengurangi gejalanya.

7. Fraktur Stres

Fraktur stres terjadi akibat tekanan berulang pada tulang, terutama pada bagian atas kaki dan tumit.

Gejalanya adalah rasa sakit yang semakin buruk seiring waktu. Rontgen dan perawatan medis sangat diperlukan untuk pengobatan fraktur stres.

8. Pergelangan Kaki Terkilir

Pergelangan kaki terkilir disebabkan oleh peregangan berlebihan ligamen.

Gejalanya meliputi rasa sakit, pembengkakan, dan perubahan warna. Istirahat, perawatan mandiri, dan fisioterapi bisa membantu pemulihan.

Dengan memahami berbagai cedera ini, pelari dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat agar tetap sehat dan bugar tanpa harus menghadapi cedera yang mengganggu aktivitas.

Editor : Marthadi
#Sindrom IT band #Lutut Pelari #Tendinitis Achilles #cedera lari #Shin splints