LomboKPost - Linda Noskova memilih cara berbeda untuk menghabiskan liburan akhir musim.
Bukannya beristirahat di pantai seperti banyak pemain lainnya, Linda Noskova justru terbang ke Zanzibar, Tanzania, untuk menjalani pengalaman menjadi sukarelawan selama satu minggu di sebuah sekolah lokal.
Keputusan itu menjadi perjalanan penuh makna yang disebutnya sebagai pengalaman “tak terlupakan”.
Petenis berusia 21 tahun tersebut tinggal bersama para sukarelawan lain di rumah sederhana tanpa AC, sekaligus merasakan langsung kehidupan 300 siswa di sekolah setempat.
Bagi Linda Noskova, perjalanan ke Zanzibar bukan hanya liburan, melainkan kesempatan melihat realitas hidup yang sangat berbeda.
"Bepergian ke Zanzibar, Afrika untuk menjadi sukarelawan adalah salah satu pengalaman paling bermakna dalam hidup saya, dan akhirnya mewujudkan impian lama itu terasa nyata sekaligus tak terlupakan," ujar petenis peringkat 13 dunia itu.
"Saya mempersiapkan diri untuk kejutan budaya ini, tetapi tidak ada yang sebanding dengan berada di sana secara langsung -- melihat bagaimana orang-orang hidup, memahami tantangan mereka, dan merasakan kehangatan mereka meskipun memiliki begitu sedikit," sambungnya.
Pengalaman ini membuat Linda Noskova merasa tersentuh dan semakin tergerak untuk terus memberi dampak positif. Ia memuji kebaikan dan ketangguhan para siswa yang ia temui.
"Kebaikan, kegembiraan, dan ketangguhan mereka mengubah sesuatu dalam diri saya," kata Noskova.
"Dan mendukung mereka sekarang terasa seperti hal yang paling alami untuk dilakukan. Perjalanan ini membuka mata saya dengan cara yang tidak saya duga, dan mengingatkan saya betapa beruntungnya kita -- sebuah pengalaman yang saya yakini harus dialami setiap orang setidaknya sekali dalam hidup mereka," sambungnya.
Momen kesukarelawanan Linda Noskova ini datang tepat setelah musim terbaik dalam kariernya.
Ia menembus Top 20 untuk pertama kalinya pada Oktober, mencapai final WTA 1000 Beijing, serta tampil di final Praha dan final di Tokyo pada turnamen penutup musim.
Musim mengesankan itu membuat langkah Noskova ke Zanzibar terasa semakin kontras — dari sorotan lapangan tenis ke ruang kelas sederhana di Afrika.
Editor : Rury Anjas Andita