Lombok Post - Federasi Sepak Bola Indonesia PSSI akhirnya buka suara lantang: penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia dianggap sebuah kesalahan bukti bahwa “nama besar tanpa rekam jejak konkret” tidak bisa lagi diandalkan. PSSI mengaku menyesal telah mengandalkan reputasi masa lalu semata, tanpa mempertimbangkan kompetensi nyata dan hasil di lapangan.
Patrick Kluivert, mantan penyerang top yang diharapkan bisa membawa Timnas Indonesia melompat jauh, telah gagal memenuhi harapan. Setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026, PSSI memilih memutus kerja sama dengan Kluivert dan seluruh tim kepelatihannya.
Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa PSSI tidak akan lagi mudah terbuai oleh nama besar tanpa dampak nyata.
Data menunjukkan di bawah asuhan Kluivert, Timnas Indonesia memainkan delapan pertandingan dengan catatan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.
Baca Juga: PSSI Akhirnya Realistis: Tak Mampu Bayar Gaji Mahal Pelatih Timnas
Hasil ini jauh dari target besar yang dibebankan sejak penunjukkannya awal 2025. Situasi tersebut menunjukkan bahwa reputasi sebagai pemain hebat bukan jaminan keberhasilan sebagai pelatih.
PSSI menegaskan bahwa ke depan, pemilihan pelatih akan lebih mengedepankan rekam jejak kepelatihan, kompetensi, dan pendekatan realistis sesuai karakter pemain Indonesia.
Federasi ingin membangun fondasi jangka panjang, bukan sekadar sensasi nama besar.
Kebijakan ini disebut sebagai perubahan paradigma dari “nama besar dulu, hasil belakangan” menjadi “hasil dulu, nama mengikuti”.
Baca Juga: Bukan Pangan tapi Alat Olahraga! Erick Thohir Siap Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatra
Keputusan mundur dari eksperimen “nama besar tanpa bukti” ini mendapat respon luas dari masyarakat dan pengamat sepak bola nasional.
Banyak pihak berharap langkah evaluasi ini membawa Timnas Indonesia ke arah perbaikan nyata bukan sekadar harapan lewat nama.
Dengan berakhirnya era Kluivert, PSSI pun dianggap memberi peringatan: nama besar tidak bisa menutupi kekurangan hasil.
Kini, fokus berpindah ke pencarian pelatih dengan rekam jejak tangguh, visi jelas, dan kesiapan menghadapi kerasnya kompetisi internasional.
Editor : Marthadi