Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Salah Mengaku Dikhianati Liverpool, Saudi atau MLS Jadi Tujuan Paling Realistis

Marthadi • Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:07 WIB

Mohamed Salah. (Istimewa)
Mohamed Salah. (Istimewa)
LombokPost – Masa depan Mohamed Salah di Liverpool kembali berada di persimpangan. Pernyataan keras sang bintang yang menyebut The Reds telah “mengkhianatinya” membuat spekulasi transfer kembali mencuat, dengan Arab Saudi dan Major League Soccer (MLS) kini muncul sebagai tujuan paling realistis jika ia benar-benar angkat kaki dari Anfield.

Komentar tajam Salah disampaikan secara terbuka di zona campuran usai tiga laga beruntun hanya menghuni bangku cadangan.

Pernyataan tersebut langsung viral dan menimbulkan kegaduhan internal. Salah merasa dijadikan kambing hitam atas performa buruk tim, mengaku tidak lagi memiliki hubungan dengan pelatih Arne Slot, serta menegaskan bahwa ia tak seharusnya berjuang untuk tempat di tim utama mengingat kontribusinya selama ini.

Situasi ini mengejutkan publik, mengingat Salah dikenal jarang melontarkan kritik terbuka. Namun, pola serupa pernah ia lakukan musim lalu untuk menekan manajemen terkait kontrak baru—yang akhirnya berujung kesepakatan dua tahun bernilai lebih dari £41 juta.

Meski diterpa badai kontroversi, Liverpool dikabarkan belum berniat menjual sang superstar.

Menurut laporan Sports Illustrated, kontrak Salah masih berlaku 18 bulan lagi dan ketidakhadirannya dari starting XI dianggap hanya bersifat sementara.

Meski demikian, sumber internal klub mengakui adanya kebingungan atas cepatnya eskalasi konflik ini.

Di sisi lain, sikap keras Salah membuka peluang perpisahan. Jika ia memilih pergi, pilihan klubnya terbilang terbatas. Liga Pro Saudi menjadi destinasi paling masuk akal secara finansial.

Klub-klub seperti Al Hilal dan Al Ittihad disebut siap menampung Salah, dengan daya tarik gaji besar serta statusnya sebagai ikon sepak bola Timur Tengah.

CEO Liga Pro Saudi, Omar Mugharbel, bahkan secara terbuka mengakui ketertarikan terhadap Salah. “Mohamed Salah diterima di Liga Saudi. Klub-klublah yang bertanggung jawab untuk bernegosiasi, tetapi jelas ia adalah target,” ujarnya.

Selain Saudi, MLS juga masuk radar. Beberapa klub Amerika Serikat disebut berminat, termasuk Chicago Fire dan San Diego FC—yang dimiliki miliarder Inggris-Mesir Mohamed Mansour. Namun, keterbatasan slot Designated Player membuat opsi ini tidak sesederhana kelihatannya.

Bertahan di Eropa justru dinilai paling sulit. Real Madrid dan Barcelona hampir mustahil, PSG serta klub-klub Serie A tak lagi ideal, sementara pindah ke rival Premier League akan mencoreng warisan Salah di Liverpool.

Untuk saat ini, Liverpool dan Salah terjebak dalam kebuntuan. Klub ingin mempertahankan ikon mereka, sementara sang pemain menuntut pengakuan dan kejelasan. Jika tak ada titik temu, pintu keluar—ke Saudi atau Amerika—kian terbuka lebar.

Editor : Marthadi
#mls #Liverpool FC #liga saudi #Transfer Salah #mohamed salah