LOmbok Post- Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan tengah menyiapkan aturan baru memaksa turis asing untuk mengungkap riwayat media sosial 5 tahun terakhir sebelum masuk ke negara tersebut, langkah yang dipandang sebagai bagian dari upaya memperketat keamanan jelang gelaran Piala Dunia 2026.
Di bawah proposal yang dipublikasikan melalui Federal Register oleh U.S. Customs and Border Protection (CBP), riwayat aktivitas media sosial ini akan menjadi bagian wajib dalam pengajuan ESTA (Electronic System for Travel Authorization) bagi pengunjung dari negara-negara yang termasuk dalam Visa Waiver Program (VWP), termasuk Inggris, Australia, Jepang, dan mayoritas negara Eropa.
Aturan yang tengah dibahas ini akan mewajibkan pelancong yang ingin masuk ke AS untuk mengisi dan menyerahkan riwayat media sosial 5 tahun terakhir dalam formulir ESTA, serta sejumlah informasi tambahan lainnya seperti nomor telepon, email lama, detail keluarga, dan data biometrik, sebelum mereka diizinkan menginjakkan kaki di wilayah AS.
Langkah tersebut dipandang otoritas sebagai upaya memperkuat verifikasi identitas dan deteksi potensi ancaman terhadap keamanan nasional, khususnya di tengah persiapan negara itu menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 bersama Kanada dan Meksiko.
Baca Juga: FIFA Beri Peace Prize ke Donald Trump di Tengah Konflik Global: Ironi Sepak Bola Dunia
Proposal baru ini tidak serta-merta menjadi aturan yang berlaku; pemerintah membuka masa komentar publik 60 hari sebelum finalisasi, namun kontroversi sudah muncul di berbagai penjuru dunia.
Pengamat menilai kebijakan ini dapat berdampak besar pada sektor pariwisata global, terutama bagi fans sepak bola yang berencana menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026 di AS.
Kritikus menyoroti bahwa langkah tersebut berpotensi menimbulkan hambatan bagi wisatawan dan melanggar privasi pribadi karena menuntut akses lebih jauh ke data digital pengguna.
Dengan aturan yang bakal mewajibkan turis asing mengungkap riwayat medsos 5 tahun dan data pribadi lainnya, proses masuk ke Amerika Serikat diprediksi akan berubah drastis.
Kendati diklaim bertujuan memperkuat keamanan, langkah ini juga menjadi perdebatan publik karena dinilai bisa menekan jumlah kunjungan wisatawan dan berpengaruh pada hubungan diplomatik dengan negara-negara mitra.
Bagi jutaan pelancong dari negara bebas visa, termasuk Eropa dan Asia, masa depan perjalanan ke AS menjelang Piala Dunia 2026 kini berada di bawah sorotan tajam kebijakan imigrasi baru ini.
Baca Juga: VAR Diberi Kewenangan Lebih di Piala Dunia 2026, FIFA Pertimbangkan Aturan Baru
Editor : Siti Aeny Maryam