LombokPost - Performa unik AC Milan menyuguhkan fakta menarik musim ini.
Saat menghadapi tim besar, AC Milan berjaya, melawan Bologna, Napoli, Juventus, Atalanta, Roma, Inter, Lazio hanya kebobolan 2 gol.
Namun saat menghadapi tim yang di atas kertas lebih kecil AC Milan tak meraih hasil maksimal.
Melawan Cremonese, Lecce, Udinese, Fiorentina, Pisa, Parma, Torino, Sassuolo AC Milan kebobolan 11 gol.
Statistik seolah berkata, AC Milan justru lebih solid saat menghadapi tim kuat.
Tapi sering lengah ketika melawan tim yang seharusnya bisa dikontrol, dan memberi 3 poin bagi AC Milan.
Fokus, intensitas, dan pendekatan laga jelas sangat berpengaruh pada hasil akhir AC Milan di setiap laga.
Ingat, untuk mendapat satu tiket Liga Champions, apalagi Scudetto AC Milan butuh konsistensi melawan tim papan atas, tengah, dan bawah.
Entah apa masalahnya, apakah ini soal mentalitas, taktik, cedera, atau rotasi pemain? Hanya internal AC Milan yang tahu jawabannya.
Baca Juga: Striker Murah Ini Selangkah Lagi Berseragam AC Milan
Kini AC Milan harus turun dari singgasana Serie A, buah hasil imbang yang didapat kala menjamu Sassuolo.
Inter Milan yang menang di game terakhir menyodok ke posisi atas, sedangkan Napoli yang kalah harus puas ada di peringkat ketiga. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic