LombokPost – Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen sukses mengembalikan supremasi ganda putri tenis Indonesia.
Pasangan Aldila Sutjiadi/Janice Tjen memastikan medali emas nomor ganda putri SEA Games 2025 setelah menundukkan wakil tuan rumah Thailand, Peangtarn Plipuech/Mananchaya Sawangkaew, dua set langsung 6-2, 6-1.
Final ganda putri SEA Games 2025 tersebut berlangsung di National Tennis Development Center, Nonthaburi, Bangkok, Jumat (19/12).
Emas ganda putri SEA Games 2025 ini memiliki makna historis bagi tenis Indonesia. Ini menjadi emas pertama sektor ganda putri sejak pasangan Jessy Rompies/Beatrice Gumulya meraihnya di Manila, Filipina, pada SEA Games 2019.
Bagi Aldila Sutjiadi, emas tersebut juga melengkapi koleksi prestasinya di seluruh nomor SEA Games yang diikutinya.
Sebelumnya, Aldila telah mengoleksi emas tunggal putri SEA Games 2019. Atlet berusia 30 tahun itu kemudian mendominasi sektor ganda campuran bersama Christopher Rungkat dengan meraih hat-trick emas pada SEA Games 2019, 2021, dan 2023.
Aldila juga menyumbang emas beregu untuk Indonesia pada SEA Games 2023 dan kembali terulang pada SEA Games 2025 ini.
“Terima kasih atas support-nya untuk kami berdua yang bermain di final hari ini. Kami sangat senang bisa memberikan emas ketiga di cabor (cabang olahraga) tenis,” kata Aldila.
“Pastinya sangat senang, apalagi bersama Janice juga. Semoga saja ini emas pertama kami dan akan lebih banyak emas lain di turnamen berikutnya,” imbuhnya.
Aldila mengungkapkan, strategi agresif sejak awal menjadi kunci kemenangan atas pasangan Thailand.
"Saya sama Jenice sudah beberapa kali bertemu lawan, di beregu kita juga sudah bertemu. Jadi saya sudah mengetahui kekuatan lawan, dan bermain agresif sejak awal pertandingan," timpalnya.
Bagi Janice Tjen, emas ganda putri SEA Games 2025 ini menjadi momen kebangkitan penting.
Sebelumnya, Janice harus mundur dari semifinal tunggal putri SEA Games 2025 pada Selasa (16/12) lalu.
Saat itu, Janice terpaksa retired pada kedudukan 4-6 di set pertama melawan Mananchaya Sawangkaew akibat masalah kesehatan.
Editor : Rury Anjas Andita