Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Stan Wawrinka Umumkan Musim 2026 Jadi Penutup Karier Sang Juara Grand Slam

Rury Anjas Andita • Minggu, 21 Desember 2025 | 13:25 WIB
Stan Wawrinka mengumumkan 2026 sebagai musim terakhirnya di ATP Tour, menandai akhir karier legendaris peraih tiga Grand Slam.
Stan Wawrinka mengumumkan 2026 sebagai musim terakhirnya di ATP Tour, menandai akhir karier legendaris peraih tiga Grand Slam.

LombokPost - Stan Wawrinka akhirnya mengumumkan keputusan besar dalam karier tenisnya. Legenda Swiss itu memastikan musim 2026 akan menjadi tahun terakhirnya di ATP Tour, sebuah penutup bagi perjalanan panjang penuh prestasi di level tertinggi tenis dunia.

Kabar pensiun Stan Wawrinka disampaikan langsung melalui media sosial pada Jumat waktu setempat. Dalam unggahan emosionalnya, juara tiga Grand Slam tersebut menyebut 2026 sebagai “dorongan terakhir” dalam karier profesionalnya.

“SATU DORONGAN TERAKHIR,” tulis Wawrinka. “Setiap buku membutuhkan akhir. Saatnya untuk menulis bab terakhir karier saya sebagai pemain tenis profesional. 2026 akan menjadi tahun terakhir saya di tur,” sambungnya.

Sepanjang kariernya, Wawrinka telah mengoleksi 16 gelar tingkat tur, termasuk tiga gelar Grand Slam yang mengangkat namanya sejajar dengan para legenda era modern. Ia mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya di posisi No. 3 Peringkat ATP PIF, pencapaian luar biasa di tengah dominasi era Big Three.

Dikenal dengan backhand satu tangan paling ikonik di dunia tenis, puncak karier Stan Wawrinka terjadi pada pertengahan 2010-an. Ia menjuarai Australian Open 2014, Roland Garros 2015, dan US Open 2016, mengalahkan rival-rival terbaik dunia dalam final berkelas tinggi.

Di ajang Nitto ATP Finals, Wawrinka tampil empat kali dan mencatatkan prestasi terbaik dengan tiga kali semifinal beruntun pada 2013–2015. Ia juga mencatat kemenangan penting dalam rekor Lexus ATP Head2Head, dengan setidaknya tiga kemenangan atas masing-masing anggota Big Three: Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic, serta mengalahkan Andy Murray sebanyak 10 kali.

Menurut Infosys ATP Win/Loss Index, Wawrinka telah mengoleksi 582 kemenangan level tur, menjadikannya pemain aktif keempat dengan kemenangan terbanyak, hanya terpaut satu kemenangan dari Gael Monfils di posisi ketiga.

Di level tim nasional, Stan Wawrinka turut mengukir sejarah bagi Swiss. Ia meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 di nomor ganda putra bersama Federer, serta memainkan peran kunci dalam gelar Piala Davis Swiss 2014.

Gelar ATP pertamanya diraih di Umag 2006, sementara trofi terakhirnya datang di Jenewa 2017. Setelah itu, ia masih tampil di beberapa final besar, termasuk Roland Garros 2017, Rotterdam dan Antwerp 2019, serta Umag 2023.

Kini, di usia 40 tahun, Wawrinka bersiap menjalani musim terakhirnya pada 2026, yang akan dimulai di United Cup Perth pada 2 Januari. Pengumuman ini menandai bab akhir dari salah satu karier paling berpengaruh dalam sejarah tenis modern.

Stan Wawrinka, dengan segala pencapaiannya, akan dikenang sebagai simbol ketangguhan, keindahan teknik, dan semangat juang yang tak pernah padam hingga titik akhir kariernya di ATP Tour 2026.

Editor : Rury Anjas Andita
#grand slam #petenis swiss #atp tour #stan wawrinka