LombokPost - Belinda Bencic menorehkan salah satu kisah comeback terhebat dalam sejarah tenis modern. Setelah cuti melahirkan, petenis Swiss itu bukan hanya kembali ke lapangan, tetapi langsung melesat ke jajaran elite dunia dan menutup musim 2025 di peringkat 11 WTA.
Kisah comeback Belinda Bencic ini dimulai dari titik terendah. Tujuh bulan setelah melahirkan putrinya, Bella, Bencic takluk telak 6-1, 6-1 dari Jasmine Paolini pada laga Piala Amerika Serikat. Namun kekalahan itu justru menjadi fondasi kebangkitan besar sang mantan peraih medali emas Olimpiade.
“Kekalahan yang berat, tetapi sudah sangat diperkirakan,” kata Bencic. “Itu adalah pengingat yang baik akan kenyataan,” tambahnya.
Perspektif Baru Seorang Ibu
Berbeda dari sebelumnya, kekalahan tak lagi memukul mental Belinda Bencic. Statusnya sebagai ibu memberinya sudut pandang baru. Alih-alih terpuruk, ia justru menikmati waktu bersama keluarga di Sydney.
“Saya sama sekali tidak masalah,” jelas Bencic. “Saya tidak terlalu memperhatikan hasilnya. Saya hanya mencari cara untuk meningkatkan diri,”sambungnya.
Pendekatan inilah yang mengubah segalanya. Berstatus peringkat 487 dunia, Bencic bangkit secara dramatis. Ia menjuarai turnamen di Abu Dhabi dan Tokyo, melaju ke semifinal Wimbledon, dan mengakhiri musim sebagai Pemain Comeback Terbaik WTA 2025.
Kebangkitan yang Nyaris Tak Terbayangkan
Bagi Bencic sendiri, capaian itu terasa di luar ekspektasi.“Saya terkejut dengan level permainan saya,” kata Bencic.
“Ini kerja keras yang luar biasa, dan jelas tidak mudah untuk kembali. Ini sangat berat bagi tubuh dan mental, juga secara logistik. Ini sesuatu yang sangat saya banggakan,” tambahnya.
Sebelum menjadi ibu, Bencic jarang mengakui kebanggaan pada dirinya sendiri. Kini, hal itu berubah.
“Tetapi setelah memiliki Bella,” katanya. “Saya benar-benar mengatakannya kepada diri sendiri setiap hari dan saya pikir itu mengubah banyak hal,” tegasnya.
Kembali tanpa Tenggat, tanpa Tekanan
Belinda Bencic mengambil cuti tenis pada akhir 2023 dan melahirkan pada April 2024. Ia kembali ke lapangan setelah 13 bulan, tanpa target kaku atau tenggat waktu.
“Saya menjalaninya dengan sangat netral, sangat terbuka untuk segalanya,” ujarnya.“Jadi saya tidak menetapkan tenggat waktu dengan semua tekanan itu,”tambahnya.
Meski sempat bermain sambil menyusui dan mengakui kondisi fisik belum ideal, Bencic perlahan membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi.
Kekuatan Keluarga di Balik Comeback
Di balik comeback Belinda Bencic, ada dukungan keluarga yang luar biasa.“Saya memiliki suami yang luar biasa yang selalu bersama Bella 24/7,” katanya.
“Saya memiliki ibu dan ayah saya dan kedua orang tua suami saya yang sangat membantu.Memang dibutuhkan banyak orang untuk mendukung,” bebernya.
Tanpa pengasuh, keluarga menjadi pilar utama yang memungkinkan Bencic kembali ke puncak performa.
Inspirasi untuk Atlet Perempuan Dunia
Kini berusia 28 tahun, Belinda Bencic menegaskan bahwa karier dan keluarga bukanlah pilihan yang saling meniadakan.“Saya pikir ini menunjukkan bahwa kita tidak harus memilih antara keluarga dan karier,” kata Bencic.
“Saya harap ini memberikan banyak kepercayaan diri kepada atlet selanjutnya yang memilih untuk menjadi ibu,”pungkasnya.
Editor : Rury Anjas Andita