Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bangkit dari Jeda Mental, Amanda Anisimova Meledak di 2025: Dari Meditasi ke Final Grand Slam

Rury Anjas Andita • Minggu, 21 Desember 2025 | 14:31 WIB
Kebangkitan Amanda Anisimova di 2025: dari jeda mental delapan bulan hingga dua final Grand Slam dan peringkat 4 dunia.
Kebangkitan Amanda Anisimova di 2025: dari jeda mental delapan bulan hingga dua final Grand Slam dan peringkat 4 dunia.

LombokPost - Amanda Anisimova 2025 menjadi salah satu kisah kebangkitan paling kuat di dunia tenis putri. Setelah delapan bulan menjauh dari lapangan demi kesehatan mental, Amanda Anisimova kembali dengan versi terbaik dirinya—menyatukan pikiran, tubuh, dan waktu hingga menembus puncak performa di musim 2025.

Delapan bulan tanpa tenis bukan untuk liburan. Anisimova menggunakan jeda itu untuk membangun fondasi mentalnya.

“Saya pikir semua kerja keras yang saya lakukan di dalam diri saya itulah yang benar-benar membuahkan hasil,” katanya di Riyadh.

Dari titik itulah, kebangkitan Amanda Anisimova benar-benar dimulai.

Delapan Bulan Menguatkan Pikiran

Saat kembali ke tur pada 2024, fokus Anisimova belum pada hasil, melainkan kebugaran. Pelatih Hendrik Vleeshouwers menekankan pembangunan fisik agar kepercayaan diri tumbuh dari tubuh ke pukulan.

“Jika dia mempercayai tubuhnya, dia bisa lebih mempercayai pukulannya,” ujarnya.

Pendekatan ini menjadi kunci. Amanda Anisimova yang mengakhiri 2024 di peringkat 36 dunia, melonjak drastis di musim 2025, mencapai dua final Grand Slam dan finis di peringkat 4 dunia. Tak ada pemain lain yang menembus Top 10 dari posisi sejauh itu pada tahun yang sama.

Musim Terobosan Amanda Anisimova

Puncak emosional musim ini terjadi di Wimbledon. Anisimova menyingkirkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka di semifinal, sebelum kalah telak dari Iga Swiatek di final. Meski skor menyakitkan, sikapnya menuai pujian.

“Hanya juara sejati yang bisa menangani momen seperti itu,” kata Vleeshouwers.

Kekalahan itu tak mematahkan langkah. Amanda Anisimova 2025 bangkit, menembus perempat final US Open, lalu kembali ke final Grand Slam, sebelum memastikan tiket WTA Finals.

Di Riyadh, ia bahkan kembali mengalahkan Swiatek, menegaskan statusnya sebagai elite baru.

Statistik yang Bicara

Musim ini, Amanda Anisimova:

- Mengalahkan empat juara bertahan Grand Slam

- Menang 10 laga melawan pemain Top 10

-Mencatat 13 kemenangan tiga set beruntun di level tertinggi

- Memenangi gelar WTA 1000 di Doha dan Beijing

-Rekor musim: 47-18

-Hadiah uang lebih dari USD 7 juta

Tak heran, ia dinobatkan sebagai Pemain Paling Meningkat WTA 2025.

Dari Potensi Mentah ke Mesin Stabil

Vleeshouwers mengakui, saat pertama bekerja sama, Anisimova masih mentah.

“Potensinya besar, tapi perlu dibentuk menjadi mesin yang berjalan mulus,” tegasnya.

Dengan usia baru 24 tahun dan akan berusia 25 pada Agustus mendatang, masa depan Amanda Anisimova masih terbuka lebar. Pelatihnya bahkan menatap 2026 dengan optimistis.

“Dengan pengalaman ini, dia akan lebih stabil secara emosional,” ujarnya.

Editor : Rury Anjas Andita
#Amanda Anisimova #grand slam #final grand slam #WTA tour 2025