Dilansir TEAMtalk, sikap Liverpool kini bahkan mengeras. Dari sekadar “tidak mungkin dijual”, status Salah naik menjadi not for sale dalam kondisi apa pun. Penegasan ini muncul setelah wawancara kontroversial Salah yang menyebut dirinya merasa dikorbankan dan tak lagi diinginkan klub.
Spekulasi makin liar usai Salah terlihat emosional seusai kemenangan 2-0 atas Brighton di Anfield. Lap kehormatan yang ia lakukan dianggap sebagian pihak sebagai sinyal perpisahan. Namun, sumber klub menilai interpretasi tersebut keliru.
Liverpool justru semakin membutuhkan Salah. Cedera serius yang menimpa Alexander Isak serta absennya Cody Gakpo membuat opsi lini depan semakin terbatas. Kondisi ini membuat pelepasan Salah pada Januari dinilai berisiko besar bagi ambisi klub musim ini.
Komunikasi antara agen Salah, Ramy Abbas Issa, dan manajemen Liverpool pun telah berlangsung. Abbas menegaskan kliennya menginginkan status starter setelah kembali dari Piala Afrika bersama Timnas Mesir. Pesan itu sudah disampaikan langsung kepada pelatih Arne Slot.
Di sisi lain, Liverpool menegaskan sejak awal hanya akan membuka pintu jika kepergian Salah tidak mengganggu stabilitas tim. Dengan situasi skuad saat ini, syarat tersebut dinilai mustahil terpenuhi.
Meski sempat beberapa kali memulai laga dari bangku cadangan, Arne Slot disebut tetap menilai kontribusi Salah sangat besar, baik di dalam maupun luar lapangan. Pembicaraan dengan direktur olahraga Richard Hughes masih berjalan, namun sikap klub tetap sama: Salah bertahan setidaknya hingga akhir musim.
Minat Liverpool terhadap Antoine Semenyo pun belum berujung langkah konkret. Hal ini semakin menegaskan fokus klub saat ini adalah menjaga kekuatan inti, bukan membuka risiko baru.
Jika absennya Isak berlangsung hingga dua bulan atau lebih, Liverpool diyakini tak akan mengambil keputusan berani. Prioritas utama klub adalah menjaga stabilitas skuad demi tetap kompetitif di paruh kedua musim.
Editor : Marthadi