LombokPost-Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Lombok Tengah menargetkan minimal tiga medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.
Jika target ini tercapai, pemkab Loteng akan memberikan dana pembinaan sesuai perolehan jumlah tersebut.
Ketua PTMSI Lombok Tengah yang baru dilantik, Murdani menyampaikan, selain target medali emas, pihaknya juga diminta agar cabor tenis meja mampu memberikan gairah baru terhadap lahirnya bibit-bibit atlit tenis meja.
“Persiapan akan kita mulai lakukan, pembinaan, pelatihan secara intens dengan siapkan pelatih andal dan berpengalaman,” katanya usai pelantikan di aula kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Loteng, Selasa (22/12).
Murdani optimis minimal target medali emas tercapai. Baik dalam kategori unggulan putera, beregu dan campuran.
“Kami sudah siapkan empat atlit putera dan puteri yang akan mengikuti Porprov cabor tenis meja, di luar ini yang kami bina ada 20 atlit,” sambung Ketua Harian PTMSI Loteng Ahmad Nur Jihadi.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya menegaskan, jika target ini tercapai maka pemkab Loteng akan memberikan dana pembinaan sesuai perolehan jumlah medali.
“Kita targetkan tiga emas, berapa banyak medalinya itu yang akan kita berikan dana pembinaan,” kata Sekda Lombok Tengah ini.
Pada kesempatan itu, Sekda Firman menegaskan dana hibah yang dikelola Koni Loteng pada tahun 2026 sebesar Rp 300 juta bukan Rp 19 miliar seperti yang diberitakan. Hibah ini untuk biaya operasional Koni Loteng.
“Untuk operasional dan lainnya, sementara pembinaan cabor-cabor sudah dilimpahkan ke Dispora,” singkatnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah mengatakan, dana hibah Rp 19 miliar yang menjadi sorotan fraksi DPRD Loteng merupakan bagian dalam usulan-usulan masyarakat yang telah ditelaah atau diuji TAPD.
Misal, usulan dari pondok pesantren dan yayasan maka dana hibah yang diberikan kepada mereka menjadi bagian dalam program peningkatan kapasitas dan kualitas SDM.
“Besarannya pun sudah disesuaikan dengan kondisi di lapangan oleh dinas teknis terkait dalam TAPD,” ucapnya.
Editor : Akbar Sirinawa