Kabarnya, pelatih asal Inggris tersebut tidak hanya menangani Timnas Indonesia senior. Akan tetapi sekaligus Timnas U-23.
John Herdman diberi target membawa skuad Garuda bersaing di ajang ASEAN Cup dan Asian Cup.
Berdasarkan informasi yang dilansir salah satu media Kanada, Herdman dikabarkan menerima bayaran sebesar US$ 40.000 per bulan atau setara Rp 600 juta lebih dari PSSI.
Nilai tersebut tergolong lebih rendah dibandingkan bayaran sejumlah pelatih Timnas Indonesia sebelumnya.
Sebagai perbandingan, Patrick Kluivert saat menukangi Timnas Indonesia pada periode 2025–2027 menerima gaji sekitar Rp 1,5 miliar per bulan.
Sementara Shin Tae-yong (STY) tercatat memperoleh bayaran tertinggi dengan nominal mencapai Rp 1,9 miliar per bulan pada masa kontrak 2024–2027.
Pada periode awal kepemimpinannya (2021–2024), STY juga masih menerima gaji di kisaran Rp 1,1 miliar per bulan.
Bahkan pada era sebelumnya, Luis Milla sempat digaji sekitar Rp 2 miliar per bulan saat melatih Timnas Indonesia pada 2017–2019.
Meski nilai kontraknya berada di bawah para pendahulunya, Herdman datang dengan reputasi mentereng setelah sukses membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.
Keberhasilan membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 sebagai pencapaian bersejarah bagi negara tersebut.
Sebab, itu merupakan kali pertama Kanada tampil di ajang kompetensi paling bergengsi di dunia tersebut.
PSSI pun menaruh harapan besar agar pengalaman dan pendekatan kepelatihan Herdman mampu membawa Timnas Indonesia mencatat prestasi.
Dengan skema kontrak hingga 2028 dan tanggung jawab di level senior serta U-23, publik sepak bola nasional berharap keputusan PSSI merekrut Herdman menjadi langkah tepat.
Khususnya dalam membangun masa depan Timnas Indonesia yang lebih cerah di level regional maupun Asia.
Sehingga Garuda mampu terbang lebih tinggi sesuai target PSSI, yaitu Lolos Piala Dunia 2030 mendatang.
Editor : Siti Aeny Maryam