LombokPost - United Cup 2026 menjadi panggung besar bagi Tim Amerika Serikat untuk mengukuhkan status sebagai dinasti baru tenis dunia. Dipimpin dua bintang Top 10, Taylor Fritz dan Coco Gauff, AS membidik gelar ketiga dalam empat edisi ajang beregu campuran bergengsi tersebut.
Sejak edisi perdana, United Cup memang menjadi arena ideal bagi negara dengan kedalaman skuad kuat. Dan bagi Amerika, kombinasi Coco Gauff di sektor putri serta Taylor Fritz di sektor putra membuat mereka kembali difavoritkan di United Cup 2026 yang digelar di Perth dan Sydney.
Fritz: Format Beregu Menguntungkan Amerika
Taylor Fritz, yang memulai musim di peringkat enam dunia ATP, menilai format United Cup sangat sesuai dengan kekuatan negaranya.
“Saya pikir ini sesuai dengan kekuatan negara kita,” kata Fritz. “Kami punya pemain wanita luar biasa. Coco datang tahun lalu dan kami langsung juara,”sambungnya.
Fritz menjadi pahlawan di final edisi sebelumnya, saat menaklukkan Hubert Hurkacz dalam tie-break set ketiga yang dramatis demi memastikan gelar United Cup untuk AS.
“Memenangkan pertandingan beregu selalu lebih menyenangkan, karena Anda merayakannya bersama seluruh tim,” ujar Fritz.
Coco Gauff: Tak Kehilangan Set, Kembali dengan Motivasi Baru
Coco Gauff juga menjadi faktor kunci dominasi Amerika. Pada edisi sebelumnya, petenis peringkat tiga dunia itu mencatat rekor sempurna—lima kemenangan tanpa kehilangan satu set pun.
“Memulai tahun dalam suasana tim adalah perpaduan sempurna antara tekanan dan kesenangan,” kata Gauff.
“Saya gugup tahun lalu, tapi saya bisa mengatasinya. Saya berharap bisa mengulanginya,”tambahnya.
Dengan performa konsisten Gauff, United Cup 2026 kembali menjadi ajang pembuktian dominasi Amerika.
Italia, Inggris, dan Swiss Siap Mengadang
Di Perth, Italia muncul sebagai ancaman serius. Flavio Cobolli dan Jasmine Paolini membawa kepercayaan diri tinggi usai Italia menyapu gelar Piala Davis dan Billie Jean King Cup musim lalu.
“Memenangkan Piala Davis adalah mimpi,” kata Cobolli. “Sekarang kami ingin membawa energi itu ke United Cup,”tambahnya.
Paolini, yang kini dibantu Sara Errani sebagai pelatih, menargetkan performa lebih konsisten.
“Ini tahun baru dengan pengalaman baru. Saya ingin meningkatkan level permainan saya,” ujarnya.
Wawrinka Jalani Musim Terakhir, Swiss Tetap Berbahaya
Swiss datang dengan kombinasi pengalaman dan kisah emosional. Stan Wawrinka, juara Grand Slam tiga kali, menjalani musim terakhirnya sebagai pemain profesional.
“Ini akan menjadi tahun yang istimewa dan terakhir bagi saya,” kata Wawrinka.“Saya bersyukur masih bisa bermain dan bertemu penggemar di seluruh dunia,”sambungnya.
Swiss juga diperkuat Belinda Bencic, membuat mereka tetap berbahaya di Grup C.
Raducanu Debut, Inggris Punya Harapan Baru
Britania Raya turut mencuri perhatian lewat Emma Raducanu, juara US Open 2021, yang menjalani debut di United Cup.
“Ini cara yang bagus untuk memulai musim dalam lingkungan tim,” kata Raducanu.“Senang bisa berbagi pengalaman ini dan mewakili Inggris,”tegasnya.
Editor : Rury Anjas Andita