LombokPost - Alexander Zverev langsung menunjukkan kelasnya di awal musim. Petenis peringkat 3 dunia itu mengamankan kemenangan Jerman atas Belanda di United Cup 2026 setelah menundukkan Tallon Griekspoor 7-5, 6-0 pada laga Grup F yang digelar di Sydney, Minggu (4/1).
Kemenangan Zverev di United Cup ini melengkapi langkah sempurna Jerman setelah sebelumnya Eva Lys membuka pertandingan dengan kemenangan straight-sets. Hasil ini membuat Jerman memulai kampanye mereka dengan hasil meyakinkan di ajang beregu campuran tersebut.
Zverev Dominan di Laga Pembuka Musim
Menghadapi Griekspoor di pertandingan pertamanya pada musim 2026, Zverev tampil solid sejak awal. Duel set pertama berjalan ketat hingga kedudukan 5-5, sebelum petenis Jerman itu memanfaatkan momen krusial dengan mematahkan servis lawan tanpa kehilangan poin pada gim ke-12.
Setelah merebut set pembuka 7-5, Zverev tampil tanpa kompromi di set kedua. Ia hanya kehilangan tujuh poin dan menyapu bersih set penutup dengan skor telak 6-0.
“Di set pertama, sulit untuk mendapatkan ritme,” kata Zverev dalam wawancara di lapangan.“Begitu mendapat kesempatan, saya bermain bagus dan saya sangat senang dengan kemenangan ini,”tambahnya.
“Sejujurnya, saya rasa servis saya cukup baik,” tambahnya sambil tertawa.“Hal-hal lain sulit dinilai karena tidak banyak reli panjang, tidak banyak ritme, tetapi kemenangan tetaplah kemenangan,”ujarnya.
Kemenangan ini mempertegas dominasi Zverev atas Griekspoor, dengan rekor 9-2 dalam Lexus ATP Head2Head, menjadi salah satu lawan yang paling sering ia kalahkan di level tur.
Eva Lys Buka Jalan Kemenangan Jerman
Sebelumnya, Eva Lys tampil penuh determinasi untuk membuka laga Grup F. Petenis berusia 23 tahun itu mengalahkan Suzan Lamens 6-2, 6-2, sekaligus membalas kekalahan mereka di WTA Tour pada 2024.
Ini menjadi penampilan perdana Lys di United Cup, dan ia mengendalikannya hampir sepanjang pertandingan. Meski laga berlangsung ketat—sembilan dari 14 gim harus melalui deuce—Lys tampil lebih tenang di poin-poin krusial.
Ia sempat menghadapi masalah fisik setelah meminta medical timeout akibat lecet, bahkan kembali terjatuh dan merasakan nyeri di lutut. Namun, Lys mampu bertahan dan menjaga fokus hingga akhir.
“Begitu saya melangkah ke lapangan, saya melihat banyak orang yang menonton. Saya sebenarnya cukup gugup,” kata Lys.“Pertama-tama, saya benar-benar seperti sedang berlari maraton melawan Suzan. Saya benar-benar bermain sangat baik di poin-poin terpenting,”bebernya.
“Saya merasa bermain cukup lugas dan tidak terlalu agresif, dan saya merasa itulah kuncinya,” tambahnya, seraya mengatakan bahwa masalah fisiknya bisa saja lebih buruk.
Editor : Rury Anjas Andita