Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Tren Sesaat, Padel NTB Dibidik Jadi Ikon Sport Tourism Baru dengan Pembangunan Lapangan Padel Kian Masif

Pujo Nugroho • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:49 WIB
SIAP TANCAP GAS: Pengprov PBPI NTB usai dilantik di Hotel Prime Park, Rabu (7/1).
SIAP TANCAP GAS: Pengprov PBPI NTB usai dilantik di Hotel Prime Park, Rabu (7/1).

LombokPost - Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) NTB periode 2025-2029 resmi dilantik, Rabu (7/1).

Pelantikan dipimpin langsung Ketua PP PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita.  

Di bawah kepemimpinan Mirah Midadan Fahmid, Pengprov PBPI NTB diproyeksikan menjadi cabang olahraga (cabor) masa depan yang mampu mendongkrak sektor prestasi sekaligus ekonomi daerah.

Mirah menegaskan bahwa olahraga padel memiliki partisipasi masyarakat yang sangat luas.

Menurutnya, prospek jangka panjang cabor ini sangat menjanjikan, terutama jika dikelola dengan profesional untuk menciptakan ekosistem yang sehat bagi atlet maupun pelaku usaha.

”Padel ini bukan olahraga musiman. Ini adalah cabor yang punya partisipasi luas dan prospek jangka panjang yang jelas, baik untuk prestasi atlet maupun sektor ekonomi di NTB,” ujarnya.

Salah satu bukti nyata dampak ekonomi dari olahraga padel adalah masifnya pembangunan lapangan padel di berbagai daerah.

Mirah melihat, pengembangan infrastruktur atau lapangan padel di NTB dapat menjadi magnet investasi baru yang memberikan efek domino positif bagi masyarakat lokal.

Lebih lanjut, Mirah memaparkan visi besarnya untuk menyelaraskan padel dengan program unggulan pemprov, yakni sport tourism.

Mengingat NTB adalah destinasi wisata dunia, kehadiran fasilitas olahraga padel yang representatif diyakini bakal menarik minat wisatawan mancanegara maupun domestik untuk berkunjung.

”Dalam konteks daerah, saya ingin padel tidak hanya dikenal sebagai olahraga, tetapi juga menjadi pilar sport tourism yang kuat. Kita punya potensi besar untuk itu,” tambahnya.

Saat ini, tren olahraga padel di Indonesia memang terus menunjukkan grafik meningkat dengan bertambahnya jumlah klub dan lapangan. Mirah berharap pertumbuhan serupa juga terjadi secara merata di NTB, sehingga padel bisa memiliki basis massa yang kuat di tingkat akar rumput.

Sebagai fondasi utama, PBPI NTB akan fokus pada penguatan tata kelola organisasi dan konsolidasi internal pada periode awal kepengurusan. Langkah ini diambil agar padel memiliki manajemen yang solid untuk melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan dan melahirkan atlet padel berprestasi dari NTB.

”Kami menyadari bahwa keberhasilan mengembangkan padel tidak bisa dilakukan sendirian. Kami butuh kolaborasi dan dukungan dari pemprov, KONI, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PP PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita berharap pengurus yang baru dilantik bisa segera menjalankan program kerja. Misalnya adalah menyiapkan infrastruktur, menyediakan pendanaan, dan melahirkan atlet-atlet atau pemain padel.

”Kuncinya ada di usia dini. Kalau ini tidak jalan maka lupakanlah masa depan. Tidak ada itu atlet berpotensi,” katanya.

Galih menjelaskan ini bisa dilakukan dengan cara bekerjasama dengan sekolah-sekolah. Agar bisa menciptakan atlet usia dini. Serta menjalin kerja sama dengan pelaku usaha maupun KONI provinsi dan kabupaten/kota.

”Dalam dua tahun akan ada PON. Jadi tiga hal tadi harus bisa dilaksanakan,” tandasnya.

Sekretaris KONI NTB M Nur Haedin mengatakan, pelantikan dan pengukuhan cabor merupakan elemen penting yang harus dilaksanakan. Karena ini perintah aturan yang wajib dilakukan.

”Setelah pelantikan ini kami berharap padel bisa melakukan penguatan organisasi dengan membentuk pengurus kabupaten dan kota. Agar pengembangan padel di NTB merata di seluruh daerah,” pungkasnya. (puj/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#pengurus #program kerja #Infrastruktur #padel #NTB