LombokPost - Gelaran Liga 4 NTB Zona Pulau Lombok musim 2025/2026 resmi bergulir hari ini. Menjelang kick-off perdana, Asprov PSSI NTB mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh klub peserta agar benar-benar menjunjung tinggi semangat fair play di dalam lapangan hijau.
Wakil Ketua Asprov PSSI NTB, Suhaimi, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin melihat adanya insiden kekerasan yang mencederai sportivitas dalam Liga 4 NTB. Pihaknya belajar dari rentetan kejadian kelam di provinsi lain yang berujung pada sanksi berat bagi pemain maupun klub. "Kita tidak mau insiden yang terjadi di Liga 4 provinsi lain juga terjadi di sini. Ini akan sangat merugikan," ujar Suhaimi dengan tegas.
Menurut Suhaimi, kerugian terbesar dari tindakan tidak terpuji di Liga 4 NTB justru akan dirasakan pemain dan klub itu sendiri. Asprov PSSI NTB memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap pemain yang terbukti bermain kasar hingga membahayakan nyawa lawan. Sanksi yang disiapkan tidak main-main, mulai dari denda hingga larangan beraktivitas di sepak bola dalam waktu yang lama.
Peringatan dari Asprov PSSI NTB ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, jagat sepak bola Indonesia dihebohkan dengan aksi brutal di Liga 4 Jawa Timur. Pemain Putra Jaya Muhammad Hilmi Gimnastiar melakukan tendangan Kungfu ke dada pemain Perseta Firman Nugraha. Hilmi dengan sengaja menendang lawan saat berusaha merebut bola.
Media olahraga ternama Italia, La Gazzetta dello Sport, bahkan sampai menyoroti aksi tendangan kungfu yang dilakukan pemain PS Putra Jaya Pasuruan terhadap pemain Perseta Tulungagung. Akibat aksi tersebut, pelaku dijatuhi hukuman larangan bermain seumur hidup oleh PSSI.
Kejadian serupa juga mewarnai Liga 4 Jogjakarta, di mana pemain KAFI Jogja melakukan tindakan kekerasan serupa kepada pemain UAD FC. Meski awalnya hanya diganjar kartu kuning oleh wasit, namun setelah peninjauan ulang, sanksi berat berupa larangan bermain seumur hidup akhirnya dijatuhkan. Asprov PSSI NTB menjadikan rentetan sanksi ini sebagai cermin agar para pemain di Liga 4 NTB tidak melakukan kesalahan yang sama.
Pertandingan pembuka Liga 4 NTB Zona Pulau Lombok sendiri akan menyajikan duel seru antara PS Mataram melawan Perslobar. Laga ini diharapkan menjadi contoh bagaimana sepak bola dimainkan dengan teknis yang baik tanpa adanya kekerasan fisik. Asprov PSSI NTB berharap seluruh elemen tim mematuhi rule of the game demi kemajuan sepak bola daerah.
"Kami harap seluruh pemain dan klub di Liga 4 NTB mengikuti aturan main. Jangan mudah tersulut emosi di lapangan karena dampaknya bisa merusak karier pemain itu sendiri," pungkas Suhaimi.
Editor : Pujo Nugroho