LombokPost - Belinda Bencic kembali menjadi penentu. Petenis nomor satu Swiss itu mencetak kemenangan besar atas Iga Swiatek dan membawa Swiss di ambang gelar United Cup pertama sepanjang sejarah mereka.
Dalam laga krusial final United Cup di Sydney, Bencic bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan petenis peringkat 2 dunia asal Polandia itu dengan skor 3-6, 6-0, 6-3. Kemenangan ini memperpanjang rekor sempurna Bencic menjadi 9-0 di turnamen tersebut, termasuk lima kemenangan di nomor tunggal.
Hasil ini membuat Swiss hanya membutuhkan satu kemenangan lagi. Hubert Hurkacz wajib mengalahkan Stan Wawrinka di tunggal putra jika Polandia ingin memaksakan laga ke partai ganda campuran dan menghindari kegagalan ketiga berturut-turut di final United Cup.
“Selalu menjadi tantangan bermain melawannya dan setiap kali saya bermain melawannya, saya mencari cara untuk meningkatkan permainan dan mempersulitnya,” kata Bencic di lapangan.
“Saya pikir perbedaannya hari ini adalah saya bermain sangat bebas, saya benar-benar menikmati diri saya di lapangan dan saya benar-benar berusaha keras,” ujarnya.
Momentum Berbalik Milik Bencic
Pada awal pertandingan, Iga Swiatek tampil dominan. Petenis Polandia itu langsung unggul 3-0, mematahkan servis Bencic dan menutup set pertama dengan skor 6-3 lewat pukulan backhand crosscourt winner yang tak terjangkau.
Namun sejak set kedua, arah pertandingan berubah drastis. Belinda Bencic memenangkan 12 dari 15 game terakhir, menunjukkan mental baja dan kontrol penuh atas tempo permainan.
Bencic membuka set kedua dengan sembilan poin beruntun, menyelamatkan dua break point, lalu menyapu bersih set tersebut 6-0 hanya dalam 33 menit.
“Sejujurnya, saya merasa masih dalam pertandingan sejak poin pertama,” kata Bencic.
“Saya pikir saya bermain bagus dan saya tertinggal 0-3. Saya berpikir, ‘Oke, apa yang harus saya lakukan?’ Saya rasa saya hanya mencoba mempertahankan level permainan dan menunggu beberapa kesempatan,” bebernya.
Set Penentuan dan Backhand Kemenangan
Set ketiga berlangsung ketat hingga Bencic mencetak break krusial melalui pukulan forehand keras yang membuka peluang, lalu diselesaikan dengan backhand winner ke lapangan terbuka.
Swiatek sempat melawan, menyelamatkan dua match point dengan ace dan mempertahankan servisnya. Namun dengan 36 kesalahan sendiri — jauh lebih banyak dibandingkan hanya 10 kesalahan dari Bencic — Swiatek akhirnya kembali kehilangan servis di gim kesembilan.
Pada match point ketiga, backhand winner Belinda Bencic memastikan kemenangan dan menempatkan Swiss di posisi terdepan dalam perburuan trofi United Cup.
Kemenangan atas Iga Swiatek ini menjadi bukti bahwa Belinda Bencic adalah figur sentral Swiss di United Cup 2026, sekaligus mimpi buruk bagi Polandia yang kembali terancam gagal di final.
Editor : Rury Anjas Andita