Tingkatkan Keselamatan, FIM Larang Pembalap Hidupkan Mesin di Area Lintasan Pasca-Insiden
Redaksi Lombok Post• Selasa, 13 Januari 2026 | 03:15 WIB
MotoGP 2025 ditutup dengan rekor pertumbuhan, penonton dan penggemar melonjak. Le Mans pecah rekor, Marc Marquez juara dunia.
LombokPost— Federasi Balap Motor Internasional (FIM) resmi memperkenalkan regulasi baru terkait prosedur menghidupkan kembali mesin motor (restart) pasca-insiden untuk musim balap 2026. Peraturan ini berlaku bagi kategori kejuaraan MotoGP maupun WorldSBK guna meminimalkan risiko bahaya di area lintasan.
Dalam keterangan resminya, FIM secara tegas melarang pembalap untuk menghidupkan kembali motor mereka di pinggir lintasan atau area run-off segera setelah mengalami kecelakaan.
Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa keberadaan pembalap dan marshal di area tersebut saat balapan masih berlangsung berpotensi menciptakan situasi yang membahayakan.
Berdasarkan regulasi terbaru, upaya untuk menghidupkan kembali mesin yang mati akibat insiden wajib dilakukan di area aman, yakni di belakang pembatas pinggir lintasan.
Pembalap hanya diizinkan kembali ke lintasan setelah memastikan kondisi motor dan area sekitarnya aman.
FIM juga memberikan wewenang penuh kepada petugas lintasan untuk melakukan inspeksi mendadak terhadap kondisi fisik kendaraan sebelum mengizinkan pembalap kembali berkompetisi.
‘’Jika motor tetap menyala, pembalap dapat kembali ke lintasan, tetapi marshal dapat mencegah mereka kembali. Yakni, jika setelah pemeriksaan mereka menganggap motor tersebut mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan situasi berbahaya jika kembali ke lintasan, seperti kebocoran cairan,’’ demikian pernyataan resmi FIM dalam rilis yang dikutip dari Crash, Selasa (13/1/2026).
Keputusan Bersama Komisi Balap
Perubahan regulasi ini merupakan hasil kesepakatan kolektif antara Komisi Grand Prix dan Komisi SBK. Keputusan tersebut telah disosialisasikan kepada penyelenggara sirkuit, federasi nasional, promotor balapan, IRTA, serta anggota komisi balap sirkuit di seluruh dunia.
FIM menambahkan bahwa pembalap hanya diperbolehkan melakukan "perbaikan atau penyesuaian" teknis pada motor mereka di balik pagar pembatas lintasan. Meskipun petugas lintasan masih diperkenankan membantu pembalap menghidupkan mesin, tindakan tersebut tetap harus dilakukan di zona aman di luar jalur balap.
Pembaruan aturan ini menekankan prioritas FIM pada aspek keselamatan, khususnya bagi para petugas lintasan (marshal) yang sering kali terpapar risiko tinggi saat membantu pembalap yang mengalami insiden di area run-off.