Usai Amorim, Kekacauan Berlanjut: Allardyce Sebut Pelatih ini Punya “Sihir” Selamatkan Manchester United
Ivan Mardiansyah• Selasa, 13 Januari 2026 | 23:54 WIB
Sam Allardyce menyebut hanya Carlo Ancelotti yang punya “sihir” untuk menyelamatkan Manchester United dari krisis pasca Amorim.
Lombok Post – Manchester United kembali berada dalam pusaran ketidakpastian. Pergantian arah di level manajerial setelah era pasca–Sir Alex Ferguson kembali memantik tanda tanya besar di Old Trafford. Situasi kian disorot setelah periode singkat Rúben Amorim disebut berakhir tanpa fondasi yang jelas, menambah panjang daftar eksperimen pelatih yang gagal membawa stabilitas bagi Manchester United.
Di tengah kebingungan struktural tersebut, suara tegas datang dari sosok berpengalaman Premier League. Sam Allardyce, dalam pernyataannya di No Tippy Tappy Football Podcast, melontarkan pandangan yang langsung memancing diskusi. Menurut Allardyce, hanya satu nama yang benar-benar memiliki kapasitas dan “sihir” untuk menangani kompleksitas Manchester United saat ini, yakni Carlo Ancelotti.
Bagi Allardyce, problem Manchester United tidak semata soal taktik atau filosofi permainan. Ia menilai akar persoalan klub terletak pada manajemen ruang ganti dan kepemimpinan. Di sinilah Carlo Ancelotti dianggap unggul. Pengalaman panjang di liga-liga top Eropa, ketenangan dalam tekanan, serta kemampuan membaca karakter pemain disebut sebagai kualitas langka yang dimiliki pelatih asal Italia tersebut.
“Allardyce menegaskan bahwa bagi dirinya hanya ada satu orang yang bisa melakukan pekerjaan itu. Dia adalah manajer kelas dunia,” ujar mantan pelatih timnas Inggris tersebut. Ia bahkan menyebut Ancelotti mampu “membuat keajaiban” di Manchester United berkat keterampilan manajemen manusianya, sesuatu yang menurutnya sudah lama hilang dari ruang ganti Old Trafford.
Lebih jauh, Sam Allardyce juga menyinggung faktor personal Ancelotti. Ia meyakini sang pelatih memiliki kedekatan emosional dengan sepak bola Inggris. Menurut Allardyce, Ancelotti akan langsung menerima kesempatan di Manchester United jika tawaran itu datang, karena ia menyukai atmosfer dan budaya sepak bola di negara tersebut.
Pernyataan ini kembali menegaskan betapa besarnya kebutuhan Manchester United akan sosok pelatih berpengalaman, bukan sekadar inovator taktik. Dalam pandangan Allardyce, Manchester United membutuhkan stabilitas, wibawa, dan kepemimpinan alami, bukan eksperimen jangka pendek yang berulang. Selama sosok dengan “sihir” seperti Carlo Ancelotti belum hadir, krisis identitas di Old Trafford dikhawatirkan akan terus berlanjut.