LombokPost – Mirra Andreeva kembali menegaskan statusnya sebagai fenomena tenis dunia. Petenis remaja Rusia itu melakukan kebangkitan luar biasa di final Adelaide International, memenangkan 12 dari 13 gim terakhir untuk menaklukkan Victoria Mboko dan merebut gelar WTA 500 Adelaide.
Dalam laga final yang berlangsung Sabtu (17/1), Andreeva sempat tertinggal 0-3 di set pertama, sebelum membalikkan keadaan secara dramatis. Petenis peringkat 8 dunia itu kemudian mendominasi sepenuhnya dan menang 6-3, 6-1 hanya dalam 64 menit, sebuah performa yang menegaskan ketangguhan mental dan kualitas tekniknya menjelang Australian Open 2026.
Kemenangan ini menjadi gelar WTA Tour keempat Mirra Andreeva, sekaligus gelar pertamanya di level WTA 500, menambah koleksi trofi prestisius di usia yang baru menginjak 18 tahun.
“Halo semuanya,” kata Andreeva saat penyerahan trofi. “Pertama-tama, tentu saja, saya ingin mengucapkan selamat kepada Vicky dan timnya. Kalian telah bermain luar biasa sejak tahun lalu, dan saya hanya ingin mengucapkan selamat atas minggu yang hebat ini. Saya harap kita bisa mencapai lebih banyak final bersama di masa depan, dan saya mendoakan yang terbaik untuk sisa musim ini,” ujarnya.
Dominasi Total setelah Awal Sulit
Setelah tertinggal 0-3, Mirra Andreeva tampil nyaris tanpa cela. Ia memenangi sembilan gim beruntun, mematahkan servis Mboko lima kali, dan mengendalikan reli dengan konsistensi forehand-backhand yang matang.
Statistik mempertegas dominasi Andreeva di final Adelaide. Ia mencatat 15 winner dengan hanya 11 unforced error, memenangkan 75 persen poin servis pertama, serta tampil solid di servis kedua. Sepanjang turnamen, Andreeva mencatat 21 break hanya dalam 63 gim dari empat pertandingan.
Perjalanan Andreeva menuju gelar Adelaide 2026 pun impresif:
- Babak 16 Besar: 6-3, 6-1 vs Marie Bouzkova
- Perempat Final: 6-2, 6-0 vs Maya Joint
- Semifinal: 6-3, 6-2 vs Diana Shnaider
- Final: 6-3, 6-1 vs Victoria Mboko
“Entahlah, mungkin tim saya selanjutnya,” kata Andreeva sambil bercanda. “Tapi saya merasa ini semua berkat saya. Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya sudah banyak berlatih. Saya sudah bekerja keras, berkeringat, dan jujur saja, saya bahkan tidak tahu mengapa kalian ada di sini,” bebernya.
Ia kemudian berterima kasih kepada tim, ibunya, dan dirinya sendiri karena telah berani mengambil risiko di lapangan.
Ranking Naik, Fokus Australian Open
Gelar WTA 500 Adelaide membuat Mirra Andreeva naik ke peringkat 7 dunia, melewati Jasmine Paolini di Peringkat PIF WTA. Tambahan trofi ini melengkapi koleksinya yang sudah mencakup WTA 250, WTA 1000, serta medali perak ganda Olimpiade Paris 2024.
Andreeva akan langsung mengalihkan fokus ke Australian Open 2026, di mana ia dijadwalkan menghadapi Donna Vekic pada laga pembuka. Ia sebelumnya selalu mencapai babak keempat Australian Open dalam dua edisi terakhir, dan performa di Adelaide menjadi sinyal kuat ambisi besar di Melbourne.
Mboko Tetap Curi Sorotan
Meski kalah, Victoria Mboko tetap mencatat pekan bersejarah. Petenis muda Kanada itu akan naik ke peringkat tertinggi sepanjang karier, No. 16 dunia, jelang debutnya di Australian Open. Namun kondisinya sempat dipertanyakan setelah mengambil medical timeout di set kedua.
“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang datang menonton hari ini,” kata Mboko. “Maaf saya tidak bisa dalam kondisi 100 persen, tetapi saya ingin mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada Mirra atas permainan tenisnya yang luar biasa hari ini dan tentu saja kepada timnya juga. Jadi terima kasih,” ujarnya.
Dengan gelar Adelaide 2026, Mirra Andreeva kini melangkah ke Australian Open sebagai salah satu kandidat serius, membawa momentum, kepercayaan diri, dan performa paling meyakinkan di awal musim.
Editor : Rury Anjas Andita