Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Derby Penuh Ejekan: 13 Tahun Derita MU Jadi Hiburan Fans Manchester City

Marthadi • Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:03 WIB

Pertandingan antara Manchester United melawan Brighton and Hove Albion di Stadion Old Trafford, pada 11 Januari 2026. (Foto: Peter Powell / AFP)
Pertandingan antara Manchester United melawan Brighton and Hove Albion di Stadion Old Trafford, pada 11 Januari 2026. (Foto: Peter Powell / AFP)
LombokPost - Old Trafford kembali memanas. Bukan hanya karena derby, tetapi karena 13 tahun keterpurukan Manchester United yang terus jadi bahan ejekan fans Manchester City.

Para pendukung Manchester City tampaknya selalu menemukan hiburan dari setiap episode kemunduran Manchester United.

Selama lebih dari satu dekade terakhir, kegagalan demi kegagalan di Old Trafford justru melahirkan chant baru dari kubu biru Manchester.

Menurut laporan Goal.com, para suporter City bahkan menjadikan pergantian pelatih United sebagai bahan olok-olok rutin di setiap derby.

Era David Moyes, yang ditunjuk menggantikan Sir Alex Ferguson, menjadi awal mula. Alih-alih disegani, Moyes justru dijuluki fans City sebagai “jenius sepak bola”—sebuah sindiran pedas atas performa United yang langsung merosot.

Ketika José Mourinho mengambil alih, ejekan berlanjut. Gaya bermain bertahan ekstrem alias “parkir bus” tak mampu menyelamatkan United dari kekalahan di Old Trafford, memicu sorakan sinis dari tribun tamu.

Masa kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer pun bernasib serupa. Fans City dengan riang menyanyikan chant “Ole at the wheel” saat performa Setan Merah runtuh. Nama Erik ten Hag kemudian menyusul menjadi sasaran, bahkan disebut “badut” ketika proyek kebangkitannya gagal.

Lirik lagu pendukung United juga diubah untuk menyindir Ruben Amorim, dengan pesan provokatif bahwa United tak akan pernah kembali berjaya dan justru akan terus terpuruk.

Kini, jelang derby akhir pekan ini di Old Trafford, para pendukung City disebut-sebut tengah menyiapkan chant baru untuk Michael Carrick, pelatih yang baru ditunjuk menggantikan Amorim hingga akhir musim. Laga tersebut akan menjadi debut Carrick, sekaligus panggung baru bagi City untuk kembali menekan—baik di lapangan maupun di tribun.

Namun, seperti dicatat Goal.com, di balik gelombang ejekan terhadap rival sekota, Manchester City juga dihadapkan pada kenyataan mereka sendiri. Cepat atau lambat, klub harus mulai memikirkan rencana suksesi internal, sesuatu yang tak bisa dihindari meski dominasi mereka atas United masih berlanjut.

Editor : Marthadi
#fans manchester city #derby manchester #Old Trafford derby #michael carrick #Manchester United terpuruk