Ialah Malibu Beach Club yang menjadi pionir menghadirkan fasilitas padel sejak tahun 2025 lalu, meski peminatnya diakui masih terbatas.
Bahkan, Malibu Beach Club menjadi satu-satunya yang menyediakan fasilitas olahraga Padel di Lombok Utara. Hanya saja sejauh ini peminatnya belum banyak.
Operational Manager Malibu Beach Club Padel Gili Trawangan Dewa Made Subrata mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap olahraga Padel masih tergolong kecil.
Namun, bagi mereka yang menyukai olahraga ini, harga sewa yang relatif mahal tidak menjadi kendala.
“Antusiasnya masih kecil, tapi karena memang suka padel, walaupun mahal tetap disewa. Kebanyakan yang main itu wisatawan asing,” ujar Dewa Made.
Selain wisatawan mancanegara, padel juga mulai menarik minat wisatawan Nusantara, meski jumlahnya belum banyak.
Umumnya, wisatawan domestik yang bermain padel berasal dari Bali dan Jakarta.
Kadang juga para pejabat utama Polri. Baik dari Polda NTB maupun Polres Lombok Utara.
“Mereka antusias begitu tahu ada padel di Lombok. Setelah coba, mereka merasa asyik karena ini olahraga baru,” katanya.
Padel sendiri merupakan olahraga yang berasal dari Eropa. Made Dewa memperkirakan, dalam dua tahun terakhir mulai booming di Indonesia.
Melihat tren tersebut, Malibu Beach Club menghadirkan padel.
Made Dewa mengatakan, fasilitas ini bukan sebagai destinasi utama, melainkan sebagai pendukung pariwisata.
“Awalnya kita lihat situasi di Jakarta, setelah Covid-19 padel sudah booming. Jadi kita akomodir wisatawan yang berkunjung, terutama wisatawan mancanegara. Kalau lokal awalnya tidak terpikirkan,” jelasnya.
Untuk harga sewa, lapangan padel di Malibu Beach Club dibanderol antara Rp 400 ribu hingga Rp500 ribu per jam.
Menurut Dewa Made, wisatawan asing justru senang mengetahui adanya fasilitas padel di Gili Trawangan. “Bule senang tahu ada padel," ujarnya
Pria asal Kecamatan Tanjung ini berpendapat, Padel merupakan jenis olahraga yang cukup bagus dan menyenangkan.
Relatif lebih mudah dimainkan. "Dapat happy-nya sekaligus sehat,” katanya lagi.
Meski belum banyak peminat, pihak pengelola berencana menggelar open turnamen padel untuk umum pada Maret 2026 mendatang.
Turnamen tersebut akan dibuka untuk kelas beginner hingga medium, sebagai upaya memperkenalkan padel lebih luas kepada masyarakat.
“Padel ini bukan tujuan utama wisata, tapi salah satu aktivitas pendukung. Wisatawan kan tidak mungkin datang ke sini hanya untuk cari padel, tapi setidaknya bisa jadi pilihan aktivitas selama liburan,” pungkasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post