LombokPost - Noni Madueke tak bisa menutupi rasa kecewanya setelah Arsenal gagal mendapatkan poin penuh saat melawan Nottingham Forest. Meski demikian, Madueke tetap melihat sisi positif karena posisi timnya yang masih perkasa di puncak Liga Inggris.
Dalam laga lanjutan Premier League tersebut, Arsenal harus puas bermain imbang 0-0. Hasil ini memperpanjang catatan Arsenal yang kini tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan di semua kompetisi. Bahkan, di kancah Liga Inggris, anak asuh Mikel Arteta sudah tujuh laga beruntun tak tersentuh kekalahan.
"Tentu saja imbang itu mengecewakan. Kami ingin memenangkan pertandingan ini, tapi kami tidak berhasil mencapainya," ujar Noni Madueke.
Walau hanya menambah satu poin, posisi Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris justru semakin menjauh. The Gunners kini unggul tujuh poin dari pesaing terdekatnya. Bagi Noni Madueke, konsistensi adalah kunci utama jika Arsenal ingin terus berada di jalur juara Premier League musim ini.
Noni Madueke mengakui bahwa masalah utama dalam laga melawan Nottingham Forest adalah penyelesaian akhir. Arsenal tercatat memiliki tiga hingga empat peluang emas, namun tidak ada satu pun yang berbuah gol. Ironisnya, pertahanan Arsenal tampil sangat solid dengan tidak membiarkan lawan melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target).
"Kami kurang klinis di depan gawang. Saya pikir mereka tidak punya peluang sama sekali, mereka tidak mengancam gawang kami. Kami seharusnya bisa menang, tapi kami ambil poin ini dan segera bangkit," tambah Noni Madueke.
Jadwal padat memang tengah menghantui skuad Arsenal. Bermain di empat kompetisi sekaligus membuat Noni Madueke dkk harus pintar-pintar menjaga kondisi fisik. Setelah laga di Liga Inggris ini, Arsenal sudah ditunggu laga krusial melawan Inter Milan di Liga Champions.
"Kami bermain di empat kompetisi, jadi jadwalnya adalah main, pemulihan, lalu main lagi. Banyak pertandingan yang harus dijalani, tapi itulah indahnya bermain di Inggris. Kami akan menuju laga melawan Inter Milan dengan target kemenangan," tutup Noni Madueke dengan optimis.
Editor : Pujo Nugroho