LombokPost – Zeynep Sonmez menorehkan salah satu kisah paling dramatis di Australian Open 2026. Pemain kualifikasi asal Turki itu memadukan pukulan-pukulan dahsyat, mental baja, dan sportivitas tinggi untuk menyingkirkan unggulan ke-11 Ekaterina Alexandrova 7-5, 4-6, 6-4 pada babak pertama.
Kemenangan ini bukan sekadar kejutan. Sonmez resmi mencatat sejarah sebagai wanita Turki pertama di Era Terbuka yang memenangi pertandingan di Australian Open, sekaligus menegaskan kebangkitannya di panggung Grand Slam.
Comeback Epik dan Statistik Penentu
Dalam laga berdurasi 2 jam 37 menit, Zeynep Sonmez memperlihatkan ketangguhan luar biasa. Ia bangkit dari berbagai situasi sulit: tertinggal 5-2 di set pertama, kehilangan momentum di set kedua, hingga tertinggal 3-0 di set penentuan.
Sonmez memenangkan enam dari tujuh gim terakhir di set ketiga dan menutup pertandingan pada match point keempat setelah Alexandrova melakukan kesalahan backhand. Hasil ini menjadi kemenangan kedua Sonmez atas pemain Top 20 sepanjang kariernya, setelah menumbangkan Clara Tauson di Beijing tahun lalu.
Salah satu momen kunci kebangkitan Sonmez terjadi saat reli panjang di set ketiga. Forehand sudut keras, drop shot berani, hingga forehand pass dengan jangkauan penuh menjadi simbol pukulan-pukulan dahsyat Sonmez yang membalikkan arah pertandingan.
Sportivitas yang Menyentuh Penonton
Tak hanya soal tenis, Sonmez juga dikenang lewat aksi sportivitasnya. Pada akhir set kedua, seorang anak pengumpul bola di dekat kursi wasit tampak pingsan. Sonmez menjadi orang pertama yang menghampiri dan membantu gadis tersebut ke tempat aman di sisi lapangan.
Aksi itu semakin menguatkan ikatan Sonmez dengan penonton di 1573 Arena, yang sejak awal memberikan dukungan penuh. Bendera Turki berkibar di tribun, dan Sonmez bahkan mengenakannya saat melakukan victory lap usai pertandingan.
Sejarah Turki Berlanjut di Grand Slam
Kemenangan atas Alexandrova juga menjadi lanjutan kisah sejarah tenis Turki. Tahun lalu, Sonmez telah mencetak rekor sebagai pemain Turki pertama yang mencapai babak ketiga Grand Slam di Era Terbuka saat tampil di Wimbledon, sebelum langkahnya dihentikan oleh Alexandrova.
Kini, di Australian Open 2026, Sonmez membalas kekalahan tersebut dengan cara paling berkesan. Petenis berusia 23 tahun itu datang ke Melbourne dengan kepercayaan diri tinggi setelah hanya kehilangan 13 gim dalam tiga laga kualifikasi, dan kini bertekad kembali menembus Top 100 WTA setelah sempat mencapai peringkat tertinggi karier di No. 69 pada Oktober lalu.
Dengan pukulan dahsyat, mental baja, dan sejarah Turki yang terus bertambah, Zeynep Sonmez menjelma menjadi salah satu cerita paling menarik di Australian Open tahun ini.
Editor : Rury Anjas Andita