LombokPost – Australian Open 2026 langsung menyuguhkan kejutan besar sejak hari pertama. Petenis peringkat 185 dunia asal Inggris, Arthur Fery, secara sensasional menyingkirkan unggulan ke-20 Flavio Cobolli dalam tiga set langsung. Sementara itu, unggulan ketiga Alexander Zverev bangkit dari awal yang sulit untuk melangkah ke babak kedua.
Bermain di John Cain Arena, Arthur Fery yang berstatus petenis kualifikasi tampil tanpa beban saat mengalahkan Cobolli dengan skor 7-6(1), 6-4, 6-1. Kemenangan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan di Australian Open 2026, sekaligus menandai kemenangan ketiga Fery di level tur ATP.
“Pengalaman yang luar biasa di sini,” kata Fery dalam wawancara di lapangan. “Ini pertama kalinya saya bermain di babak utama Grand Slam di luar Wimbledon dan itu tidak mengecewakan di lapangan yang hebat dengan penggemar yang luar biasa juga,” tambahnya.
Petenis berusia 23 tahun itu tampil solid sepanjang pertandingan berdurasi dua jam 12 menit. Ia mampu memanfaatkan enam dari 10 peluang break point, sekaligus mendominasi reli baseline melawan Cobolli yang tampak kesulitan menjaga kondisi fisik. Unggulan asal Italia itu bahkan sempat mengambil waktu istirahat medis dan beberapa kali mendapat perawatan dokter akibat masalah perut.
Kemenangan atas Cobolli membuat Arthur Fery kembali mengulang kisah kejutan Grand Slam. Pada Wimbledon tahun lalu, saat masih berada di peringkat 461 dunia, Fery juga menyingkirkan unggulan ke-20 Alexei Popyrin di babak pertama. Kini, di Australian Open 2026, sejarah serupa terulang.
Mantan peraih dua kali gelar ITA All-American bersama Universitas Stanford itu datang ke Melbourne dengan peringkat tertinggi sepanjang kariernya, yakni peringkat 185 ATP. Di babak kedua Australian Open, Fery akan menantang pemenang laga antara Miomir Kecmanovic dan Tomas Martin Etcheverry, dengan kepercayaan diri yang kian meningkat.
Bagi Cobolli, kekalahan ini terasa pahit. Petenis Italia berusia 23 tahun tersebut baru saja menjadi bagian penting dari kesuksesan Italia merebut gelar Piala Davis ketiga beruntun pada November lalu. Ia juga menjalani awal musim 2026 dengan catatan 1-1 di United Cup, sebelum tersingkir lebih awal di Australian Open 2026.
Sementara itu, di pertandingan lain, Alexander Zverev memastikan langkah ke babak kedua Australian Open 2026 setelah mengatasi perlawanan petenis muda Kanada, Gabriel Diallo. Unggulan ketiga itu menang 6-7(1), 6-1, 6-4, 6-2, usai merebut enam break servis.
"Sejujurnya, ketika saya melihat undiannya, saya tidak terlalu senang," kata Zverev. "Dia masih sangat muda, berbakat, dan sangat agresif. Sulit untuk menemukan ritme dan set pertama bukanlah permainan tenis terbaik saya, tetapi begitu saya masuk ke dalam pertandingan, saya merasa nyaman di lapangan," tegasnya.
Finalis Australian Open tahun lalu itu sempat kesulitan pada tie-break set pertama, terutama pada pukulan forehand. Namun, setelah mematahkan servis Diallo di awal set kedua, Zverev mulai tampil lebih agresif dengan berdiri lebih dekat ke baseline dan mendikte jalannya reli.
Servis menjadi senjata utama petenis Jerman berusia 28 tahun itu. Berdasarkan data Infosys ATP Stats, Zverev mencatatkan 86 persen servis pertama masuk di set ketiga dan memenangkan 95 persen poin dari servis tersebut. Ia menutup laga dengan 15 ace dan hanya satu double fault, sinyal positif untuk perjalanannya di Australian Open 2026.
Hasil ini menegaskan bahwa Australian Open 2026 baru dimulai, namun kejutan sudah hadir. Kemenangan Arthur Fery atas unggulan 20 dan kebangkitan Alexander Zverev membuat persaingan tunggal putra kian menarik untuk disimak hingga pekan kedua turnamen.
Editor : Rury Anjas Andita