Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ribuan Fans Batalkan Tiket, Piala Dunia 2026 Terancam Boikot?

Ivan Mardiansyah • Selasa, 20 Januari 2026 | 23:14 WIB

Ribuan fans dilaporkan membatalkan tiket Piala Dunia 2026 akibat kekhawatiran keamanan dan situasi politik di Amerika Serikat.
Ribuan fans dilaporkan membatalkan tiket Piala Dunia 2026 akibat kekhawatiran keamanan dan situasi politik di Amerika Serikat.

Lombok Post — Kekhawatiran soal keamanan serta situasi sosial-politik di Amerika Serikat mulai berdampak nyata terhadap Piala Dunia FIFA 2026.

Wacana boikot turnamen sepak bola terbesar dunia itu kini semakin menguat, seiring laporan dari sejumlah media internasional yang menyebut ribuan hingga puluhan ribu fans internasional memilih membatalkan tiket dan rencana perjalanan mereka.

Menurut laporan media internasional seperti USA Today, LatestLY, IndiaTimes, dan Newsweek pada Januari 2026, pembatalan tiket Piala Dunia 2026 terjadi dalam skala yang mengkhawatirkan.

Fans dari berbagai kawasan dunia—mulai dari Timur Tengah, Eropa, Amerika Selatan, hingga Afrika—dilaporkan mengambil langkah mundur karena meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan publik, kebijakan imigrasi, serta ketidakpastian geopolitik menjelang turnamen.

Angka pembatalan tiket yang beredar pun mengejutkan. Sejumlah laporan menyebut lebih dari 10.000 tiket Piala Dunia 2026 telah dibatalkan secara kumulatif.

Bahkan, beberapa media melaporkan lonjakan ekstrem dengan angka 16.800 hingga 25.000 tiket dibatalkan hanya dalam semalam.

Meski FIFA dan panitia tuan rumah belum merilis data resmi, besarnya rentang angka tersebut mencerminkan tingkat kecemasan serius di kalangan fans global.

Baca Juga: Ole Romeny Buka Luka Piala Dunia, Simpan Harapan Besar untuk Timnas Indonesia

Amerika Serikat, yang menjadi tuan rumah utama bersama Kanada dan Meksiko, disebut berada di pusat kekhawatiran.

Faktor keamanan, isu sosial-politik domestik, hingga kebijakan masuk bagi warga negara asing dinilai menjadi pertimbangan utama para suporter dalam membatalkan kehadiran mereka di Piala Dunia 2026.

Kondisi ini membuat turnamen tersebut mulai dilabeli sebagai salah satu Piala Dunia paling sensitif secara politik dalam sejarah modern.

Wacana boikot Piala Dunia 2026 pun semakin sering muncul di ruang publik dan media sosial. Meski sejauh ini masih berada pada level diskusi dan opini publik, tren pembatalan tiket Piala Dunia 2026 dinilai bisa berdampak besar jika terus berlanjut.

Bukan hanya pada atmosfer stadion, tetapi juga pada aspek logistik, ekonomi, dan citra global turnamen.

Jika gelombang pembatalan tiket dan kekhawatiran keamanan ini tidak segera direspons dengan langkah konkret, FIFA dan panitia penyelenggara Piala Dunia 2026 berpotensi menghadapi tantangan besar.

Bukan sekadar memastikan kelancaran pertandingan, tetapi juga memulihkan kepercayaan dunia bahwa Piala Dunia 2026 aman, inklusif, dan layak menjadi pesta sepak bola global.

Baca Juga: Ancelotti Tutup Rumor, Neymar Layak ke Piala Dunia, Titik

Editor : Redaksi Lombok Post
#FIFA World Cup 2026 #world cup 2026 #USA #piala dunia 2026