LombokPost - Australian Open 2026 menghadirkan duel lintas generasi di babak keempat. Remaja sensasional asal Kanada, Victoria Mboko, memastikan langkah ke 16 besar Australian Open dan bersiap menghadapi ujian terberatnya: pemain nomor satu dunia Aryna Sabalenka.
Victoria Mboko, unggulan ke-17 berusia 19 tahun, mencetak sejarah pribadi usai menumbangkan unggulan ke-14 Clara Tauson lewat pertarungan tiga set dramatis 7-6(5), 5-7, 6-3 pada babak ketiga, Jumat (23/1). Kemenangan ini mengantar Victoria Mboko ke minggu kedua Australian Open untuk pertama kalinya, hanya pada undian utama Grand Slam keempat sepanjang kariernya.
Mboko Bangkit dari Tekanan, Kepercayaan Diri Jadi Penentu
Victoria Mboko tampil meyakinkan sejak awal Australian Open 2026, nyaris tanpa kehilangan set dalam dua laga pertamanya. Tren positif itu berlanjut saat menghadapi Tauson, ketika Mboko memenangi tiebreak set pertama dan unggul 7-6(5), 5-3.
Namun, Tauson bangkit. Petenis Denmark itu menyelamatkan tiga match point, merebut set kedua, dan bahkan mematahkan servis Victoria Mboko di awal set penentuan. Di titik krusial inilah mental Victoria Mboko diuji.
“Saya mempunyai begitu banyak peluang di set kedua tetapi saya harus memberikan pujian pada hal yang seharusnya, dia memainkan permainan yang luar biasa, jadi saya hanya harus mengunci momen-momen penting,” kata Mboko setelahnya.
“Ketika Anda mempunyai peluang-peluang seperti itu, dan Anda unggul dalam pertandingan, dan Anda mempunyai peluang-peluang untuk menyelesaikannya namun tidak memanfaatkannya, itu bisa sangat mengecewakan. Namun itulah sebabnya ada set ketiga, dan saya mampu berkumpul kembali, menemukan alur saya lagi, dan menyelesaikannya. Saya benar-benar berjuang keras hari ini,” tegasnya.
Mboko membalas dengan empat gim beruntun, memukul winner backhand beruntun, dan mengunci kemenangan dalam waktu 2 jam 19 menit. Kekalahan ini membuat Tauson mencatat rekor 0-3 di putaran ketiga Australian Open.
Aryna Sabalenka Selamat dari Drama, Rekor Grand Slam Berlanjut
Sementara itu, Aryna Sabalenka juga melewati laga penuh tekanan untuk memastikan tempat di babak keempat Australian Open untuk tahun keenam berturut-turut. Juara dua kali Australian Open itu dipaksa bekerja ekstra oleh sahabatnya, Anastasia Potapova, di Rod Laver Arena.
Setelah unggul 7-6(4), 4-0, Aryna Sabalenka harus menyelamatkan empat set point di tiebreak set kedua sebelum akhirnya menang 7-6(4), 7-6(7).
"Dia memainkan tenis yang luar biasa. Saya selalu berada di belakang, dan sejujurnya, ada hari-hari di mana Anda harus berada di sana, berjuang dan mencoba yang terbaik untuk merebut bola kembali," kata Aryna Sabalenka.
"Meskipun secara emosional saya berada di mana-mana, saya masih mampu berjuang untuk setiap poin dan saya sangat senang bisa meraih kemenangan ini. Itu adalah pertarungan yang luar biasa dan saya sangat menikmatinya. Saya hanya mencoba untuk menenangkan diri, yang tidak berjalan dengan baik hari ini, namun pada saat yang sama, saya mencoba mencari cara untuk menghubungkan tubuh saya. Sepertinya semuanya bekerja secara terpisah. Otak saya berada di tempat lain, lengan saya mengarah ke satu arah dan saya berusaha memberikan tekanan padanya, mencoba membiarkannya bermain, dan entah bagaimana, secara ajaib, saya bisa mendapatkan kemenangan ini," tegasnya.
Kemenangan ini memperpanjang rekor impresif Aryna Sabalenka yang selalu menembus putaran keempat atau lebih di 13 Grand Slam beruntun sejak Roland Garros 2022.
Duel Mboko vs Sabalenka, Panggung Besar di Melbourne
Laga Victoria Mboko vs Aryna Sabalenka di babak keempat Australian Open kini menjadi sorotan. Remaja penuh percaya diri menghadapi ratu tenis dunia—sebuah duel yang berpotensi menjadi penanda era baru di Tur WTA.
Apakah kisah sensasional Victoria Mboko berlanjut, atau pengalaman Aryna Sabalenka kembali berbicara di panggung Grand Slam?