LombokPost – Aryna Sabalenka kembali menunjukkan kelasnya sebagai petenis nomor 1 dunia. Dengan menaikkan level permainan di momen krusial, Aryna Sabalenka menyingkirkan unggulan ke-17 Victoria Mboko 6-1, 7-6(1) dan memastikan langkah ke perempat final Australian Open untuk tahun keempat berturut-turut, Minggu (25/1).
Kemenangan di Australian Open ini menegaskan konsistensi Aryna Sabalenka di Melbourne. Meski sempat mendapat perlawanan sengit dari Mboko, Sabalenka tetap mampu menjaga rekor impresifnya di set tiebreak Grand Slam dan menutup laga dalam 1 jam 26 menit.
Awal Cepat Sabalenka, Mboko Bangkit
Menyadari tantangan besar menghadapi Pendatang Baru Terbaik WTA 2025, Aryna Sabalenka langsung tampil agresif. Petenis Belarus itu unggul cepat 6-1, 4-1 hanya dalam 45 menit. Namun, seperti dua laga sebelumnya di Australian Open melawan Bai Zhuoxuan dan Anastasia Potapova, performa Aryna Sabalenka sempat menurun saat sudah unggul jauh.
Mboko memanfaatkan celah tersebut. Servis juara Grand Slam dua kali itu dipatahkan dua kali di set kedua, termasuk pada kedudukan 5-4 setelah Aryna Sabalenka gagal mengonversi tiga match point. Mboko bahkan nyaris memaksakan set ketiga saat membawa game ke-12 hingga deuce.
Tiebreak Jadi Wilayah Kekuasaan Aryna Sabalenka
Namun, Aryna Sabalenka kembali berada di situasi yang sudah akrab baginya selama 18 bulan terakhir: tiebreak Grand Slam. Hasilnya tak berubah. Ia memperpanjang rekor tak terkalahkan di tiebreak Grand Slam menjadi 20 set beruntun, memastikan kemenangan atas Mboko dan melaju ke perempat final Australian Open.
“Pemain yang luar biasa untuk usia yang begitu muda,” kata Sabalenka dalam wawancara di lapangan.
"Sungguh luar biasa melihat anak-anak ini ikut tur. Saya tidak percaya saya mengatakan itu, saya masih merasa seperti anak-anak, tapi terserah! Pemain luar biasa. Dia mendorong saya dengan sangat keras hari ini” ujarnya.
“Saya sangat senang dengan kemenangan ini, sekali lagi dalam dua set langsung. Dia memainkan tenis yang luar biasa. Dia sangat mendorongku. Senang bisa melewatinya," pungkasnya.
Matahari Melbourne Jadi Tantangan Tambahan
Aryna Sabalenka mengakui kondisi cuaca turut memengaruhi jalannya pertandingan Australian Open, terutama saat servis di set kedua. Matahari siang Melbourne disebut menjadi salah satu faktor yang membantu kebangkitan Mboko.
“Dia luar biasa, itu sudah pasti, tetapi hal yang sulit dalam memainkan pertandingan pertama -- jangan salah paham, saya suka memainkan pertandingan pertama -- tetapi bagian yang sulit, pada titik tertentu matahari langsung masuk ke titik servis Anda. Ini agak rumit. Ini menjadi tidak mudah. Anda bisa mematahkan servisnya,” katanya.
“Itulah yang sebenarnya terjadi. Dua patahan yang didapatnya, yaitu pada bagian samping saat saya menghadap matahari. Ya, saya tidak melakukan servis dengan baik. Dia melakukan pekerjaan luar biasa dalam melayani di sisi itu. Itu bagian yang sulit,” bebernya.
"Saya tahu dia akan berjuang. Saya tahu dia akan berusaha. Dia sepertinya tidak akan rugi apa-apa. Dia menunjukkan permainan tenis yang luar biasa pada saat-saat ketika dia mematahkan servis saya. Tapi ya, saya hanya fokus untuk bertahan pada momen ini, bermain poin demi poin, mencoba meraih kemenangan ini,” tambahnya.
Remaja Lain Menanti Aryna Sabalenka
Tantangan tak berkurang bagi Aryna Sabalenka di Australian Open. Di perempat final, ia akan menghadapi remaja Amerika Iva Jovic, unggulan ke-29, yang tampil dominan dengan menghancurkan Yulia Putintseva 6-0, 6-1 untuk mencapai perempat final Grand Slam pertamanya.
Dengan performa yang terus meningkat, Sabalenka kian mantap melangkah lebih jauh di Australian Open dan menjaga peluang mempertahankan dominasinya di puncak tenis putri dunia.
Editor : Rury Anjas Andita