Unggulan ketiga itu membuka laga dengan penuh tekanan saat menghadapi kejutan turnamen, Learner Tien. Skor ketat. Reli panjang. Emosi naik turun. Namun, ada satu pertarungan lain yang tak terlihat penonton.
Zverev bukan hanya melawan Tien. Ia juga melawan diabetes tipe satu yang telah lama ia derita.
Sejak gim awal, Zverev tampil agresif. Pukulan keras dari baseline dipadukan dengan permainan net yang rapi.
Servisnya menjadi senjata utama, memaksa Tien terus berada dalam posisi bertahan. Beberapa peluang break point sempat didapat Tien, namun semuanya kandas oleh servis keras dan akurat Zverev.
Meski kalah tenaga, Tien tak menyerah. Petenis muda Amerika itu mengandalkan kelincahan dan kecerdikan membaca permainan. Ia mampu menjaga servisnya dan membuat set kedua berjalan ketat.
Namun pengalaman berbicara. Zverev akhirnya mengamankan set pertama 6-3, memanfaatkan kesalahan sendiri Tien dan tampil lebih disiplin dalam reli-reli krusial.
Sorotan utama justru datang dari luar skor. Di sela-sela poin dan pergantian gim, Zverev terlihat rutin mengatur kadar gula darahnya. Ia menyebut kondisinya seperti menjalani “pertandingan kedua” di saat yang bersamaan.
“Fokus bukan hanya pada bola, tapi juga pada tubuh,” ungkap Zverev, dikutip dari news.ssbcrack.com.
Perempat final Australian Open pun semakin panas. Nama-nama besar lain sudah menanti, termasuk duel yang dinanti publik antara Carlos Alcaraz dan Alex de Minaur, serta laga Coco Gauff kontra Elina Svitolina.
Editor : Marthadi