Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

CAS Tangguhkan Sanksi FIFA, tapi Bahaya Masih Mengintai 7 Pemain Malaysia

Marthadi • Selasa, 27 Januari 2026 | 22:59 WIB

Penangguhan sanksi oleh Court of Arbitration for Sport (CAS) memberi napas lega sementara bagi sepak bola Malaysia.
Penangguhan sanksi oleh Court of Arbitration for Sport (CAS) memberi napas lega sementara bagi sepak bola Malaysia.
LombokPost - Penangguhan sanksi oleh Court of Arbitration for Sport (CAS) memberi napas lega sementara bagi sepak bola Malaysia. Namun, kabar ini belum tentu menjadi akhir cerita. Skorsing bisa kembali menghantam kapan saja.

Pengacara olahraga Nik Erman Nik Rosli menegaskan bahwa keputusan CAS yang menangguhkan pelaksanaan sanksi FIFA bukanlah sinyal kemenangan dalam proses banding.

“Ini hanya keringanan sementara. Skorsing belum dibatalkan atau dianulir,” ujar Nik Erman, Selasa (27/1).

Menurutnya, jika banding yang diajukan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ditolak, maka seluruh sanksi akan langsung diberlakukan kembali.

Penangguhan tersebut memungkinkan tujuh pemain Harimau Malaya untuk kembali beraktivitas di dunia sepak bola sambil menunggu putusan akhir CAS. Namun, Nik Erman mengingatkan bahwa temuan kesalahan tetap berlaku.

“Ini bukan berarti FAM dan para pemain dibebaskan dari pelanggaran. Kesalahan tetap ada, sanksi dan denda tetap berdiri—hanya ditangguhkan sementara,” tegasnya.

Tujuh pemain berdarah campuran yang terdampak keputusan ini adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. FAM mengonfirmasi hal tersebut dalam pernyataan resmi pada Senin (26/1).

Sebelumnya, FIFA menjatuhkan skorsing 12 bulan dan denda kepada para pemain terkait dugaan pemalsuan dokumen kelayakan. Kini, sanksi tersebut ditunda sembari menunggu hasil sidang banding di CAS.

Dalam kondisi normal, penangguhan ini memungkinkan para pemain tampil di level klub maupun tim nasional. Namun, Nik Erman menilai seharusnya ada pembatasan.

“Sebaiknya mereka hanya bermain di level klub. Ini soal karier dan penghasilan mereka. Tapi membela tim nasional saat banding masih berjalan bisa berdampak besar,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui kemungkinan para pemain tetap akan dipanggil memperkuat tim nasional Malaysia.

“Realistisnya, saya rasa mereka tetap akan dimainkan,” ujarnya.

Baca Juga: Satlantas Polresta Mataram Keluarkan Surat Edaran: Siswa Dilarang Bawa Kendaraan ke Sekolah

Terkait waktu pengajuan penangguhan, Nik Erman menyebut FAM sebenarnya bisa melakukannya lebih awal. Namun, jarak waktu yang singkat antara keputusan disipliner dan proses banding diduga menjadi pertimbangan.

“Sidang di CAS bisa berlangsung lama. Karena itu, penangguhan diajukan pada tahap ini,” jelasnya.

Dengan status tersebut, ketujuh pemain kini bebas melanjutkan karier profesional mereka hingga CAS mengeluarkan putusan final.

Editor : Marthadi
#sanksi fifa #pemain Harimau Malaya #banding CAS #CAS Malaysia #FAM FIFA