LombokPost - Jannik Sinner kembali menunjukkan statusnya sebagai penguasa Melbourne. Petenis Italia itu melaju ke semifinal Australian Open 2026 usai menaklukkan Ben Shelton dengan kemenangan meyakinkan 6-3, 6-4, 6-4, Rabu (22/1). Hasil ini membawa Sinner bertemu Novak Djokovic di semifinal Australian Open, sekaligus menjaga peluangnya meraih gelar Australian Open ketiga berturut-turut.
Tak terkalahkan di Melbourne sejak 2023, Jannik Sinner tampil tanpa ampun di perempat final Australian Open. Juara bertahan dua kali itu tak pernah benar-benar berada dalam bahaya saat menghadapi Ben Shelton, petenis Amerika unggulan kedelapan, dan kembali menegaskan dominasinya di panggung Grand Slam.
Dominasi Jannik Sinner atas Ben Shelton Berlanjut
Sepanjang pertandingan, Jannik Sinner sepenuhnya mengendalikan permainan. Ia mengekspos kelemahan backhand Shelton, menekan dari sisi forehand, dan mendominasi reli dari garis belakang. Kemenangan ini membuat rekor Head2Head Lexus ATP Sinner vs Shelton melebar menjadi 9-1, dengan empat kemenangan Grand Slam semuanya diraih Sinner—dua di Australian Open dan dua di Wimbledon.
“Sangat sulit bermain melawan Ben,” kata Jannik Sinner. “Dia memiliki servis yang sangat kuat dan saya merasa dia semakin berkembang pesat dari tahun ke tahun. Terutama setelah jeda musim, Anda tidak tahu bagaimana pemain tertentu akan bermain melawan Anda dan banyak hal yang berubah. Saya sangat senang dengan penampilan hari ini,” tambahnya.
Shelton sebenarnya hanya kehilangan satu set dalam perjalanan menuju perempat final Australian Open ketiganya, namun seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, ia kembali kesulitan mengeluarkan permainan eksplosifnya saat berhadapan dengan Jannik Sinner.
Statistik Bicara: Jannik Sinner Terlalu Solid
Di set pertama, Jannik Sinner langsung mengirim pesan kuat dengan keunggulan 18 winner berbanding hanya 4 unforced error. Tekanan berlanjut di set kedua, saat Shelton gagal memanfaatkan tiga break point dan kembali dipaksa melakukan banyak kesalahan sendiri.
Meski tampak sedikit terkuras secara fisik di akhir set kedua, Jannik Sinner tetap tenang. Break penentu di set ketiga datang pada game kesembilan, saat Shelton melakukan double fault pada kedudukan 15/40. Jannik Sinner kemudian menutup laga dengan servisnya setelah 2 jam 23 menit, memastikan tiket semifinal Australian Open.
Tantangan Besar Menanti: Djokovic di Semifinal
Kemenangan ini membawa Jannik Sinner ke semifinal Grand Slam kesembilannya, sekaligus semifinal Australian Open ketiga. Tantangan berikutnya langsung berat: Novak Djokovic, juara Australian Open 10 kali, sudah menanti.
Menariknya, Jannik Sinner memiliki rekor semifinal yang impresif melawan Djokovic, dengan kemenangan di Australian Open 2024, Roland Garros 2025, dan Wimbledon 2025.
“Ini adalah momen-momen yang Anda latih,” kata Sinner tentang menghadapi Djokovic.
“Saya akan bangun pagi dan berharap dapat memainkan pertandingan yang bagus. Jika Anda ingin menang, Anda harus bermain sebaik mungkin. Di masa lalu saya telah mendapatkan pelajaran berharga dan hasilnya tidak terlalu penting, yang penting adalah meningkatkan kemampuan Anda sebagai pemain dan sebagai pribadi. Kita beruntung masih memiliki Novak di sini, yang memainkan tenis luar biasa di usianya,” tegasnya.
Misi Sejarah Jannik Sinner di Australian Open
Dengan performa solid di Australian Open 2026, Jannik Sinner kini membidik gelar ketiga beruntun di Melbourne, sebuah pencapaian langka di era modern. Konsistensinya di turnamen ini makin menegaskan statusnya sebagai salah satu kekuatan dominan tenis dunia saat ini.
Menjelang semifinal Australian Open melawan Djokovic, Jannik Sinner membawa modal besar: kepercayaan diri, rekor pertemuan positif, dan performa stabil sejak babak awal. Melbourne kembali menjadi panggung ujian terbesar bagi ambisinya mencetak sejarah.
Tahukah Anda?
Sinner telah memenangkan seluruh 18 pertandingan Grand Slam melawan petenis Amerika dan mencatat rekor 6-2 melawan pemain Top 10 di Grand Slam lapangan keras.