Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Terbendung! Aryna Sabalenka Hentikan Elina Svitolina, Ukir Final Australian Open Keempat Beruntun

Rury Anjas Andita • Kamis, 29 Januari 2026 | 17:44 WIB
Aryna Sabalenka kalahkan Elina Svitolina dan lolos ke final Australian Open keempat beruntun. Dominasi sang ratu Melbourne berlanjut.
Aryna Sabalenka kalahkan Elina Svitolina dan lolos ke final Australian Open keempat beruntun. Dominasi sang ratu Melbourne berlanjut.

LombokPost - Aryna Sabalenka kembali menegaskan dominasinya di Melbourne. Petenis peringkat 1 dunia itu memastikan tempat di final Australian Open 2026, final keempatnya secara berturut-turut, setelah menyingkirkan Elina Svitolina dengan kemenangan meyakinkan 6-2, 6-3 di semifinal.

Kemenangan ini membuat Aryna Sabalenka mencapai empat final Australian Open beruntun (2023–2026) sekaligus menandai final Grand Slam kedelapannya sepanjang karier. Seperti dua edisi sebelumnya, Aryna Sabalenka melaju ke laga puncak tanpa kehilangan satu set pun, sebuah penegasan statusnya sebagai ratu lapangan keras dunia.

Di final Australian Open 2026, Aryna Sabalenka kini menunggu pemenang duel Jessica Pegula vs Elena Rybakina. Jika Rybakina melaju, publik Melbourne akan disuguhi ulang final Australian Open 2023, yang kala itu dimenangkan Aryna Sabalenka lewat comeback dramatis.

Dominasi Aryna Sabalenka atas Svitolina Berlanjut

Hasil semifinal ini memperpanjang rekor pertemuan Sabalenka vs Svitolina di WTA Tour menjadi 6-1 untuk keunggulan sang petenis Belarus. Meski Svitolina tampil gigih dan mencapai semifinal Grand Slam keempatnya, jalan menuju final kembali tertutup.

Bagi Svitolina, kekalahan ini tak menghapus pencapaian besarnya di Australian Open. Petenis Ukraina itu hanya menelan satu kekalahan sepanjang musim 2026 dan dipastikan kembali ke 10 besar Peringkat PIF WTA.

Servis dan Winner Jadi Senjata Mematikan

Sejak awal laga, kekuatan khas Aryna Sabalenka langsung terasa. Di game pertama saja, ia menyelamatkan dua break point sebelum memenangkan empat poin beruntun—tiga di antaranya winner—untuk mempertahankan servis.
Aryna Sabalenka mencatat 67 persen servis pertama masuk dan memenangkan hampir 70 persen poin servis pertamanya. Tekanan servis itu membuat pengembalian Svitolina kerap melebar, membuka ruang bagi Aryna Sabalenka untuk menghujani lawan dengan pukulan agresif.

Secara statistik, Aryna Sabalenka tampil superior dengan 29 winner, sementara Svitolina hanya mampu bertahan dari tekanan dengan 17 kesalahan sendiri.

Kontroversi Singkat, Momentum Tetap Milik Aryna Sabalenka

Break pertama Aryna Sabalenka di set pembuka sempat diwarnai kontroversi. Wasit memberikan pelanggaran halangan kepada Aryna Sabalenka—yang meminta tinjauan video—karena mengucapkan sesuatu sebelum pengembalian bola Svitolina. Keputusan tetap menguntungkan Svitolina, yang sempat membangkitkan sorak penonton lewat penyelamatan forehand spektakuler.

Namun momen itu tak bertahan lama. Aryna Sabalenka segera merebut break, menyelamatkan game point di deuce, dan melesat unggul 3-1 sebelum menutup set pertama dengan skor 6-2.

Kebangkitan Singkat Svitolina, Jawaban Tegas Sabalenka

Di set kedua, Svitolina sempat mencuri momentum dengan memanfaatkan break point dan unggul 2-0. Namun situasi itu justru memicu respons buas dari Aryna Sabalenka.

Petenis peringkat 1 dunia itu memenangkan 12 dari 13 poin berikutnya, membalikkan keadaan menjadi 3-2. Dalam rentang tersebut, Aryna Sabalenka mencetak lima winner, sementara Svitolina melakukan tujuh error. Bahkan dalam reli panjang, Sabalenka menang di 8 dari 10 poin dengan durasi sembilan pukulan atau lebih.

Pukulan terakhir yang memupus harapan Svitolina datang di game ketujuh. Dalam reli ketat, forehand Svitolina melenceng ke kiri, diikuti kesalahan ganda yang memberi Aryna Sabalenka keunggulan krusial 4-2. Dari situ, Aryna Sabalenka tak lagi terbendung hingga mengunci tiket final Australian Open keempat berturut-turut.

Editor : Rury Anjas Andita
#Aryna Sabalenka #final #elina svitolina #Australian Open