Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Daftar Sanksi Panitia Disiplin PSSI NTB untuk Bintang Ampenan FC, Ada Larangan 5 Tahun

Pujo Nugroho • Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:08 WIB

 

ILUSTRASI: Pemain dua klub bersaing sengit dalam laga Liga 4 NTB Zona Pulau Lombok, beberapa waktu lalu.
ILUSTRASI: Pemain dua klub bersaing sengit dalam laga Liga 4 NTB Zona Pulau Lombok, beberapa waktu lalu.

LombokPost - Panitia Disiplin Liga 4 NTB resmi menjatuhkan sanksi berat kepada ofisial dan pemain Bintang Ampenan FC. Keputusan tegas ini merupakan buntut panjang dari insiden kekerasan terhadap perangkat pertandingan yang pecah usai laga panas antara Bintang Ampenan FC melawan Bintang Kejora FC.

Berdasarkan hasil sidang Panitia Disiplin PSSI NTB, terdapat tiga poin keputusan utama yang menyasar individu di internal Bintang Ampenan FC. Insiden yang terjadi pada 27 Januari 2026 di GOR 17 Desember tersebut dinilai telah mencoreng sportivitas sepak bola dalam lingkup PSSI NTB.

Sanksi terberat dijatuhkan kepada ofisial Bintang Ampenan FC atas nama Jemmy Christian. Panitia Disiplin menilai Jemmy terbukti memancing kebencian dan kekerasan setelah laga berakhir. Tindakan buruk ofisial Bintang Ampenan FC tersebut dinyatakan melanggar Pasal 54 dan Pasal 50 Kode Disiplin PSSI 2025.

"Menjatuhkan hukuman berupa larangan ikut serta dan terlibat pada aktivitas sepak bola di ruang lingkup PSSI NTB selama 60 bulan (5 tahun) serta denda Rp 2,5 juta," tulis keputusan Panitia Disiplin PSSI NTB.

Meski denda bersifat final, hukuman larangan beraktivitas bagi ofisial Bintang Ampenan FC ini masih bisa diajukan banding.

Tak hanya ofisial, pemain Bintang Ampenan FC bernama Fahmi Rofizin juga tak luput dari jeratan Sanksi Liga 4 NTB. Fahmi ditemukan melakukan tindakan tidak terpuji dan memancing kekerasan terhadap perangkat pertandingan pasca-laga Bintang Ampenan FC vs Bintang Kejora FC.

Atas pelanggaran Kode Disiplin PSSI 2025 tersebut, pemain Bintang Ampenan FC ini dilarang bermain dan berpartisipasi dalam semua turnamen di bawah naungan PSSI NTB selama 18 bulan. Selain skorsing panjang, pemain Bintang Ampenan FC tersebut diwajibkan membayar denda administratif sebesar Rp 2,5 juta.

Ketegasan Panitia Disiplin PSSI NTB kembali terlihat pada sanksi ketiga yang ditujukan kepada Farhan Fadli, yang juga merupakan ofisial Bintang Ampenan FC. Farhan dinilai melakukan tingkah laku buruk yang melanggar Pasal 50 ayat (1) huruf (b) Kode Disiplin PSSI 2025.

Ofisial Bintang Ampenan FC ini dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di lingkungan PSSI NTB selama 12 bulan serta denda Rp 2,5 juta. Sama seperti rekan-rekannya, vonis terhadap ofisial Bintang Ampenan FC ini memberikan ruang banding untuk sanksi sosial, namun menutup pintu banding untuk sanksi denda.

Kasus kekerasan di Liga 4 NTB ini menjadi peringatan keras bagi seluruh klub. Panitia Disiplin PSSI NTB menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan terhadap perangkat pertandingan demi menjaga integritas kompetisi yang dikelola PSSI NTB. Kini, manajemen Bintang Ampenan FC harus menerima kenyataan kehilangan pilar dan ofisial mereka dalam waktu yang cukup lama.

Editor : Pujo Nugroho
#Liga 4 NTB Zona Pulau Lombok #pssi pusat #PSSI NTB #Bintang Ampenan FC #LIGA 4 NTB