Ketua BTN PSSI Sumardji secara terang-terangan mengaku sangat kecewa dengan keputusan FIFA terhadap dirinya.
Perasaan "super kecewa" itu terkait dengan keputusan FIFA. Ini penyebab Sumardji menyampaikan rasa kekecewaannya.
"Saya super kecewa karena tidak masuk di nalar dengan peristiwanya,” ujar ketua BTN PSSI Sumardji.
Kekecewaan itu bermula karena FIFA menolak banding atas sanksi yang dijatuhkan kepadanya terkait insiden laga Indonesia vs Irak.
FIFA melalui Komite Disiplin (Komdis) tetap menjatuhkan hukuman berat kepada Sumardji.
Sanksi itu berupa larangan mendampingi Timnas Indonesia selama 20 pertandingan serta denda sebesar 15.000 franc Swiss atau sekitar Rp324 juta.
Sanksi tersebut diberikan menyusul insiden yang terjadi setelah pertandingan Indonesia melawan Irak pada 11 Oktober 2025.
Dalam rilis resmi Komdis FIFA, Sumardji dinilai melakukan penyerangan terhadap ofisial pertandingan, sebagaimana tercantum dalam laporan wasit asal China, Ma Ning.
Laporan itu juga menyebutkan adanya perilaku kekerasan yang berujung pada pemberian kartu merah.
paeeBaca Juga: Ajax Amsterdam Resmi Perkenalkan Maarten Paes, Nilai Transfer Capai Puluhan Miliar
Sumardji mengonfirmasi bahwa upaya banding yang diajukan tidak dikabulkan FIFA dan ia tetap dijatuhi sanksi.
Ia pun menyampaikan kekecewaannya karena merasa hukuman tersebut tidak sebanding dengan peristiwa yang sebenarnya terjadi.
“Ya seperti itu, sanksi Komdis FIFA tidak boleh mendampingi tim di bangku cadangan selama 20 pertandingan," kata Sumardji.
Keputusan ini membuat Sumardji dipastikan tidak bisa mendampingi Timnas Indonesia dalam berbagai agenda penting ke depan.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua BTN PSSI, Sumardji sebenarnya harus ikut mendampingi timnas saat pertandingan di lapangan.
Editor : Marthadi