Snowboarder berusia 21 tahun itu meraih medali emas big air putra Olimpiade Musim Dingin Milano–Cortina 2026, Sabtu (7/2), setelah mencetak nilai tertinggi pada percobaan pamungkasnya.
Kimura sebenarnya memulai kuat. Ia memimpin klasemen sementara lewat lompatan pertama bernilai 89,00, berkat aksi backside 1980 melon grab. Namun, harapannya sempat goyah setelah terjatuh pada lompatan kedua.
Tekanan memuncak. Dan di situlah Kimura menjawabnya.
Pada lompatan ketiga, ia memadukan keberanian dan presisi—mendarat sempurna dengan switch backside 1980 yang diganjar nilai 90,50. Total 179,50 poin memastikan emas, sekaligus memicu sorak sorai penonton.
Podium nyaris sepenuhnya dikuasai Jepang. Kimata Ryoma, juara dunia bertahan, meraih perak dengan 171,50 poin. Sementara itu, Su Yiming dari Tiongkok mengamankan perunggu (168,50 poin) dan mencatat sejarah sebagai atlet putra pertama yang meraih dua medali Olimpiade di nomor big air.
Persaingan sempat terbuka lebar setelah dua lompatan awal. Kimata bahkan memimpin lewat dua percobaan bersih bernilai 86,25 dan 85,25. Atlet muda Amerika Serikat, Oliver Martin (17 tahun), juga sempat masuk tiga besar sementara sebelum akhirnya turun ke posisi keempat.
“Hari ini saya menang, dan saya sangat bahagia. Pelatih saya datang, saya langsung menangis. Keluarga saya tidak ada di sini, mereka semua di Jepang,” ujar Kimura penuh emosi.
Dominasi Jepang di nomor big air putra ini menegaskan kekuatan baru snowboard dunia. Laporan ini dikutip dari olympics.com.
Hasil akhir snowboard big air putra Olimpiade Milano–Cortina 2026:
Kimura Kira (Jepang) – 179,50 poin
Kimata Ryoma (Jepang) – 171,50 poin
Su Yiming (Tiongkok) – 168,50 poin
Editor : Marthadi