Haaland Prihatin Szoboszlai Kena Kartu Merah, Gol Cherki Dianulir di Liga Inggris
Ivan Mardiansyah• Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB
Erling Haaland prihatin Szoboszlai kena kartu merah 3 laga, gol Cherki dianulir di laga Liverpool vs Manchester City, Liga Inggris 2026.
Lombok Post- Kontroversi kembali muncul dalam Liga Inggris setelah laga panas antara Liverpool vs Manchester City berakhir dengan keputusan kontroversial VAR. Dominik Szoboszlai mendapat kartu merah langsung setelah dianggap menghentikan peluang gol jelas Erling Haaland, sementara gol Rayan Cherki untuk Manchester City dianulir. Kejadian ini memicu perhatian luas dari pengamat dan pemain, termasuk striker City, Erling Haaland.
Dalam wawancara pasca-pertandingan, Haaland mengaku prihatin melihat hukuman yang dijatuhkan kepada Szoboszlai. “Saya jadi nggak tega melihat dia dibanned tiga pertandingan. Wasit tentu harus mengikuti aturan, tapi kalau akhirnya seperti ini, rasanya berat juga,” ujar Haaland.
Kejadian bermula ketika Szoboszlai menjegal Haaland dalam situasi yang disebut Denial of an Obvious Goal-Scoring Opportunity (DOGSO). Wasit Craig Pawson, setelah meninjau VAR, memutuskan mengeluarkan kartu merah langsung untuk Szoboszlai dan menganulir gol Cherki yang sempat dirayakan pendukung City. Keputusan ini sesuai regulasi Premier League, namun tetap dianggap kontroversial karena momen tersebut sangat cepat dan menegangkan.
Haaland menambahkan pendapatnya secara berani, “Kalau menurut saya, kasih saja golnya dan kartu merahnya dicabut. Tapi mau bagaimana lagi, itulah peraturannya.” Pernyataan striker Manchester City ini menegaskan simpati dan solidaritasnya terhadap Szoboszlai, meskipun ia sendiri diuntungkan oleh keputusan tersebut karena gol Cherki dianulir dan City tetap menang 2-1.
Kemenangan Manchester City atas Liverpool tersebut menjadi momen krusial dalam perebutan gelar Liga Inggris, sementara sanksi Szoboszlai membuat gelandang Liverpool harus absen di tiga laga berikutnya. Pengamat dan penggemar Premier League pun ramai membahas kontroversi ini, menyoroti peran VAR, aturan DOGSO, dan konsistensi wasit.
Kejadian ini menegaskan bahwa Liga Inggris tidak hanya penuh dengan ketegangan di lapangan, tetapi juga kompleks dalam penerapan aturan, yang kadang menimbulkan kontroversi besar di kalangan pemain, pelatih, dan penonton.