LombokPost - KONI Mataram menyatakan kesiapannya untuk pasang badan menjadi tuan rumah pengganti bagi empat daerah di Pulau Sumbawa yang memilih mundur dari tuan rumah Porprov XII NTB 2026. Kesiapan ini menjadi angin segar demi keberlangsungan pesta olahraga empat tahunan tersebut.
Ketua KONI Mataram Firadz Pariska, menegaskan bahwa wilayahnya tidak merasa keberatan meski harus memikul beban lebih besar sebagai penyelenggara utama. Menurutnya, pengalaman Mataram sebagai tuan rumah tunggal pada edisi sebelumnya menjadi modal kuat untuk menyukseskan Porprov XII NTB 2026.
”Kami tentu sangat siap menjadi pengganti. Sejak awal, Mataram memang sudah dipersiapkan menjadi bagian dari tuan rumah, jadi koordinasi dan fasilitas sudah siap dari jauh-jauh hari,” ujar Firadz Pariska.
Firadz menambahkan bahwa publik tidak perlu meragukan infrastruktur di ibu kota. Mengingat status Mataram yang pernah sukses menggelar event serupa secara mandiri, perpindahan sejumlah cabang olahraga ke Mataram dipastikan akan berjalan mulus. ”Tidak ada masalah, kami siap mengakomodasi cabor-cabor dari empat daerah yang mundur tersebut agar Porprov XII NTB 2026 tetap berjalan sesuai standar,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua KONI NTB Mori Hanafi, membeberkan alasan di balik mundurnya Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kota Bima. Faktor krisis fiskal atau kondisi keuangan daerah yang sedang sulit memaksa keempat wilayah tersebut melambaikan tangan sebagai tuan rumah Porprov NTB.
”Kondisi fiskal setiap daerah saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Jadi ada empat kabupaten/kota yang resmi mundur. Praktis, dari Pulau Sumbawa hanya KSB yang tetap sanggup menjadi tuan rumah Porprov NTB,” ujar Mori.
Awalnya, rencana menyebar venue ke 10 kabupaten/kota bertujuan untuk memeratakan atmosfer olahraga di seluruh pelosok NTB sebelum menyambut gelaran akbar PON 2028. Namun, karena kendala anggaran daerah, KONI NTB akhirnya memutuskan enam daerah yang akan menjadi tuan rumah. Yakni Mataram, Lobar, Loteng, Lotim, Lombok Utara, dan KSB.
”Keputusan memindahkan pertandingan ke Mataram ini bersifat final dan tidak bisa diintervensi karena ini menyangkut kemampuan fiskal daerah masing-masing demi kesuksesan Porprov XII NTB 2026,” tegas Mori.
Selain itu, jadwal Porprov 2026 juga berubah. Kick-off yang semula dijadwalkan pada 3 Juli 2026, digeser menjadi 16 Juli 2026. Pergeseran ini dilakukan demi menghindari bentrokan dengan agenda olahraga nasional lainnya yang berlangsung di awal Juli.
Meskipun terjadi perubahan mendasar pada lokasi dan jadwal, Mori Hanafi menjamin kualitas kompetisi Porprov XII NTB 2026 tidak akan berkurang. Sebanyak 51 cabang olahraga dengan total 758 nomor pertandingan dipastikan tetap akan memperebutkan medali bergengsi di bawah koordinasi KONI Mataram dan panitia pelaksana.
Editor : Pujo Nugroho