Tak tanggung-tanggung, anak asuh Hansi Flick dipaksa bertekuk lutut dengan skor telak 4-0 oleh tuan rumah Atletico Madrid, Kamis malam waktu setempat.
Pertandingan baru berjalan babak pertama, namun gawang Barcelona sudah diberondong empat gol tanpa balas.
Dikutip dari espn.com, pesta gol Atletico dimulai lewat gol bunuh diri Eric Garcia, disusul aksi mematikan dari Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan ditutup oleh gol Julian Alvarez di masa injury time babak pertama.
Pelatih Barcelona Hansi Flick tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia secara terbuka mengakui bahwa timnya tampil tanpa gairah di paruh pertama laga.
"Di 45 menit pertama, kami diberi pelajaran. Terkadang hal itu bagus jika terjadi di momen yang tepat. Mungkin hari ini adalah momennya," ujar Flick dengan nada getir dalam konferensi pers usai laga.
Ia menyoroti kurangnya rasa lapar dan kemauan bertarung dari para pemainnya jika dibandingkan dengan punggawa Atletico.
Tak hanya soal performa tim, Flick juga mengarahkan kritik pedas kepada wasit. Kemarahannya memuncak ketika gol Pau Cubarsi di menit ke-51 dianulir setelah peninjauan VAR yang memakan waktu hingga enam menit.
"Bagi saya, ini kacau. Mereka menunggu tujuh menit untuk menemukan sesuatu? Tidak ada komunikasi, ini sangat buruk di sini," keluh pelatih asal Jerman tersebut terkait keputusan offside yang dianggapnya kontroversial.
Penderitaan Blaugrana semakin lengkap di penghujung laga. Eric Garcia harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Alex Baena, memaksa Barca bermain dengan 10 orang di sisa waktu.
Meski kalah telak, Flick tetap optimistis menatap leg kedua yang akan digelar di Spotify Camp Nou pada 3 Maret mendatang. Ia berharap dukungan penuh suporter bisa membalikkan keadaan demi tiket menuju final.
Editor : Marthadi