Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Olimpiade Musim Dingin 2026: Ilia Malinin Pimpin Persaingan Emas Seluncur Indah di Milan

Redaksi Lombok Post • Jumat, 13 Februari 2026 | 23:42 WIB

Aksi Ilia Malinin menghentak babak free skate dan mengunci medali emas. (Istimewa)
Aksi Ilia Malinin menghentak babak free skate dan mengunci medali emas. (Istimewa)
LombokPost— Arena es di Milan menjadi saksi drama perebutan medali emas seluncur indah (figure skating) tunggal putra Olimpiade Musim Dingin 2026 yang memasuki babak final. Atlet Amerika Serikat, Ilia Malinin, difavoritkan meraih podium tertinggi setelah menunjukkan performa teknis yang melampaui batas standar olahraga ini.

Malinin, yang sebelumnya telah mengamankan medali emas di nomor beregu, kini memimpin klasemen jelang babak Free Skate yang dijadwalkan berlangsung Jumat (13/2/2026).

Perjalanannya di Milan mencatatkan sejarah saat ia mendaratkan backflip pertama yang legal dalam sejarah Olimpiade, menyusul keputusan Federasi Seluncur Es Internasional (ISU) untuk melegalkan gerakan tersebut pada tahun 2024.


Meski aspek pertunjukan melalui backflip memikat penonton, perolehan medali tetap ditentukan oleh poin teknis yang ketat. Malinin memasuki program bebas dengan keunggulan lima poin atas atlet Jepang, Yuma Kagiyama, yang berada di posisi kedua dengan 103,07 poin.

Di posisi ketiga, atlet Perancis Adam Siao Him Fa mengintai dengan 102,55 poin. Sementara itu, Mikhail Shaidorov (Kazakhstan) dan Cha Jun-hwan (Korea Selatan) masing-masing menempati posisi kelima dan keenam dalam klasemen sementara.

Dunia kini menanti apakah Malinin akan mengeksekusi quadruple Axel—lompatan tersulit yang hanya mampu dilakukan olehnya dalam kompetisi resmi—untuk memastikan gelar juara. "Ilia Malinin diharapkan akan mengerahkan semua kemampuannya untuk penampilan peraih medali, yang mungkin termasuk lompatan yang hanya pernah ia lakukan dalam kompetisi," ujar komentator sekaligus olimpiade 2022, Mariah Bell.

Upaya Bangkit Cha Jun-hwan


Bagi delegasi Korea Selatan, harapan tertumpu pada Cha Jun-hwan. Meski sempat terkendala cedera pergelangan kaki yang memaksanya mengurangi jumlah lompatan quadruple, Cha tetap optimistis menghadapi babak final. Ia memilih fokus pada kebersihan eksekusi program daripada menambah tingkat kesulitan yang berisiko.

“Jelas, menambahkan elemen yang lebih menantang dapat menjadi salah satu cara untuk mengejar ketertinggalan. Tetapi saya telah bekerja keras dengan program yang ada. Saya pikir lebih penting untuk mencoba menampilkan program yang bersih,” tutur Cha usai sesi latihan di Milano Ice Skating Arena.

Cha memiliki rekam jejak impresif dalam melakukan comeback, seperti yang ia tunjukkan pada Asian Winter Games 2025 saat melampaui poin Kagiyama di program bebas. Terkait hasil program pendeknya yang di bawah ekspektasi, ia tetap tenang.

“Jujur, saya kecewa saat itu karena skornya jauh lebih rendah dari yang saya harapkan,” aku Cha. “Saya memikirkannya panjang lebar. Saya selalu ingin menikmati prosesnya karena saya pikir hasilnya akan mengikuti. Meskipun saya tidak mendapatkan hasil yang saya inginkan saat itu, saya tetap melakukan apa yang ingin saya lakukan di atas es. Tidak ada yang mengubah fakta bahwa saya telah memberikan upaya terbaik saya.”

Agenda Global Olimpiade

Baca Juga: Aksi 'Gila' Si Dewa Quad hingga Dominasi Tim AS, Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan Cortina Makin Memanas!


Selain seluncur indah, hari ketujuh Olimpiade Milan 2026 juga akan menganugerahkan medali emas pada cabang olahraga ski lintas alam, snowboarding, biathlon, dan skeleton.

Pertandingan Free Skate putra ini akan disiarkan secara global, di mana para penggemar dapat menyaksikan perpaduan antara seni dan atletisme tingkat tinggi dari para atlet terbaik dunia yang memperebutkan kejayaan di bawah sorotan lampu arena Milan.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Ilia Malinin #Olimpiade Musim Dingin 2026 #figure skating #ice skating