Di saat napas pendukung Rossoneri hampir habis karena hasil imbang yang membayangi, sebuah sontekan maut di menit-menit krusial mengubah segalanya dan membuat persaingan Scudetto kembali membara!
Mengutip laporan dari espn.com, Luka Modric menjadi pahlawan kemenangan AC Milan saat bertamu ke kandang Pisa pada Jumat malam.
Gol telat sang gelandang veteran memastikan Milan pulang dengan poin penuh setelah menang tipis 2-1 di Arena Garibaldi.
Jalannya pertandingan sebenarnya sempat berpihak pada Milan sejak awal. Ruben Loftus-Cheek membuka keunggulan sebelum turun minum melalui sundulan terukur memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan.
Namun, dominasi Milan sempat goyah setelah Niclas Füllkrug gagal mengeksekusi penalti yang seharusnya bisa mengunci kemenangan lebih awal.
Pisa, yang saat ini menghuni posisi kedua dari bawah klasemen, memberikan perlawanan sengit.
Harapan Milan untuk mengejar gelar juara hampir buyar ketika Felipe Loyola menyamakan kedudukan saat laga tersisa 20 menit.
Beruntung, AC Milan memiliki Luka Modric. Mantan bintang Real Madrid itu muncul sebagai penyelamat enam menit sebelum bubaran.
Modric dengan cerdik menyelinap ke dalam kotak penalti dan melepaskan sontekan pelan namun mematikan yang merobek jala gawang Pisa.
Laga ini juga diwarnai dengan kembalinya bintang Amerika Serikat, Christian Pulisic, yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-77 setelah absen di laga sebelumnya.
Meski AC Milan harus bermain dengan 10 orang di masa injury time setelah Adrien Rabiot diganjar kartu merah, skor 2-1 tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini sangat krusial bagi anak asuh Massimiliano Allegri. Tambahan tiga poin ini membuat Milan kini hanya tertinggal lima poin dari sang pemuncak klasemen, Inter Milan, yang baru akan bertanding melawan Juventus pada Sabtu malam.
Dengan jarak yang semakin tipis, persaingan menuju takhta juara Liga Italia dipastikan semakin panas, terutama menjelang duel Derby della Madonnina yang dijadwalkan pada 8 Maret mendatang di San Siro.
Editor : Marthadi