Sempat memimpin di babak pertama, Si Nyonya Tua justru pulang dengan luka menganga setelah gawang mereka dibobol lima kali dalam drama babak belur yang berakhir dengan skor telak 5-2 untuk kemenangan tuan rumah.
Sebagaimana dikutip dari laporan BBC Sport, laga yang berlangsung pada Selasa (17/2/2026) malam waktu setempat ini menjadi malam bersejarah bagi sang juara Turki. Untuk pertama kalinya, Galatasaray berhasil menyarangkan lima gol sekaligus dalam satu pertandingan Liga Champions.
Petaka bagi Juventus dimulai setelah jeda turun minum. Meski sempat unggul 2-1 di babak pertama berkat dua gol Teun Koopmeiners, lini pertahanan raksasa Italia itu mendadak keropos.
Noa Lang dan Davinson Sanchez memicu kebangkitan luar biasa Galatasaray dengan membalikkan keadaan menjadi 3-2 hanya dalam waktu satu jam laga berjalan.
Situasi kian memburuk bagi anak asuh Luciano Spalletti saat pemain pengganti, Juan Cabal, diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-67.
Bermain dengan 10 orang menjadi mimpi buruk yang nyata bagi Juventus.
Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Galatasaray tampil kesetanan. Noa Lang mencetak gol keduanya malam itu, sebelum Sacha Boey menutup pesta gol melalui tendangan keras di menit ke-86 yang bersarang di pojok atas gawang.
Kekalahan ini membuat langkah Juventus menuju babak selanjutnya kian berat. Mereka harus mengejar defisit tiga gol saat menjamu Galatasaray di Turin pada leg kedua, 25 Februari mendatang.
Apakah Si Nyonya Tua mampu melakukan remontada, atau justru Galatasaray yang akan melaju mulus setelah menunjukkan dominasi total dengan penguasaan bola mencapai 61,8 persen ini?.
Satu yang pasti, Istanbul malam itu menjadi saksi bisu runtuhnya martabat sang raksasa Italia di tangan wakil Turki yang tampil begitu perkasa.
Editor : Marthadi