LombokPost – Kejutan besar terjadi di Dubai Duty Free Tennis Championships. Antonia Ruzic mencetak sejarah setelah menembus perempat final WTA 1000 pertama dalam kariernya usai Elena Rybakina mundur di set ketiga pertandingan putaran ketiga, Rabu (19/2).
Nama Antonia Ruzic langsung menjadi sorotan di Dubai Duty Free Tennis Championships. Berstatus lucky loser, Ruzic tampil luar biasa hingga memastikan tiket perempat final WTA 1000 pertama setelah unggulan teratas Elena Rybakina tak mampu melanjutkan laga.
Petenis Kroasia berusia 23 tahun itu sempat memimpin jalannya pertandingan sebelum Rybakina bangkit. Unggulan pertama asal Kazakhstan tersebut — yang baru saja memenangkan gelar Grand Slam keduanya di Australian Open awal bulan ini — membalikkan keadaan dan merebut set pertama dengan skor 7-5.
Namun Ruzic menunjukkan mental baja. Petenis peringkat ke-67 dunia dalam ranking WTA Tour Driven by Mercedes-Benz itu kembali mematahkan servis di awal set kedua dan sukses menjaga konsistensinya hingga menang 6-4, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Momentum berpihak penuh kepada Ruzic di set ketiga. Ia langsung mematahkan servis Rybakina di game pembuka. Tak lama kemudian, Rybakina memanggil pelatih sebelum akhirnya memutuskan mundur dari pertandingan.
Hasil ini memastikan Ruzic melaju ke perempat final WTA 1000 pertama dalam kariernya. Kemenangan tersebut juga menjadi kemenangan pertama Ruzic atas lawan peringkat 20 besar sekaligus menyamai pencapaian terbaik pemain lucky loser di ajang WTA 1000.
Perjalanan Ruzic di Dubai Duty Free Tennis Championships memang seperti dongeng. Ini menjadi keberuntungan keduanya pekan ini. Sebelumnya, ia kalah di babak pertama kualifikasi setelah memiliki enam match point melawan Rebeka Masarova. Namun pintu babak utama terbuka sebagai lucky loser — dan kini ia justru melesat ke perempat final WTA 1000 pertama.
Dalam perjalanan menuju babak ketiga, Ruzic lebih dulu menyingkirkan mantan juara US Open Emma Raducanu serta Anastasia Zakharova, keduanya lewat pertarungan tiga set.
Editor : Rury Anjas Andita