Pertandingan babak play-off fase gugur Liga Champions ini menyuguhkan tontonan kelas wahid yang sulit dipercaya.
Sebagaimana dikutip dari BBC Sport, pasukan Diego Simeone sebenarnya memulai laga dengan sangat sempurna.
Baru menit ke-8, Julian Alvarez sudah mencatatkan namanya di papan skor melalui titik putih setelah pemain Brugge, Joaquin Seys, melakukan pelanggaran handball.
Menjelang turun minum, Ademola Lookman menggandakan keunggulan menjadi 2-0 yang membuat pendukung tuan rumah sempat terdiam lesu.
Namun, siapa sangka babak kedua menjadi panggung "kebangkitan dari kubur" bagi Club Brugge.
Hanya enam menit setelah laga dimulai kembali, pemain internasional Nigeria, Raphael Onyedika, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Seolah mendapatkan angin segar, Club Brugge terus menggempur. Hasilnya, Nicolo Tresoldi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-60 setelah mengelabui kiper kawakan Jan Oblak.
Drama belum usai. Atletico kembali memimpin 3-2 pada menit ke-79 akibat gol bunuh diri tragis dari Joel Ordonez yang tertekan oleh pergerakan Alexander Sorloth.
Kemenangan Atletico yang sudah di depan mata sirna seketika saat Christos Tzolis melepaskan tembakan mematikan di menit ke-89 yang memaksa laga berakhir seri.
"Sangat dramatis, tuan rumah bangkit dua kali untuk membuat posisi kedua tim kini tetap sengit di leg kedua," tulis laporan BBC Sport.
Dengan hasil 3-3 ini, nasib kedua tim akan ditentukan pada leg kedua di Madrid pada 24 Februari mendatang. Siapapun pemenangnya sudah ditunggu oleh raksasa Inggris, Liverpool atau Tottenham, di babak 16 besar.
Editor : Marthadi