Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Semifinal Dubai Membara! Tiga Petenis Amerika Tantang Elina Svitolina di WTA 1000 Dubai Duty Free Tennis Championships

Rury Anjas Andita • Jumat, 20 Februari 2026 | 16:13 WIB
Semifinal Dubai memanas! Tiga petenis Amerika hadapi Elina Svitolina di WTA 1000 Dubai Duty Free Tennis Championships. Siapa ke final?
Semifinal Dubai memanas! Tiga petenis Amerika hadapi Elina Svitolina di WTA 1000 Dubai Duty Free Tennis Championships. Siapa ke final?

LombokPost – Semifinal Dubai Duty Free Tennis Championships dipastikan membara. Tiga petenis Amerika Serikat yang sama-sama menghuni Top 10 WTA akan tampil di semifinal WTA 1000 Dubai, menantang pengalaman dan mental juara Elina Svitolina.

Untuk pertama kalinya dalam seperempat abad, tiga pemain dari negara yang sama melaju ke semifinal di Dubai Duty Free Tennis Championships. Mereka adalah Amanda Anisimova, Jessica Pegula, dan Coco Gauff. Satu nama non-Amerika yang menyelip di semifinal WTA 1000 Dubai adalah Elina Svitolina.

Menariknya, dua laga semifinal ini merupakan ulangan perempat final Australian Open 2026 yang berlangsung kurang dari satu bulan lalu.

Gauff vs Svitolina: Ulangan Panas Melbourne

Unggulan ketiga Coco Gauff akan menghadapi unggulan ketujuh Elina Svitolina dengan rekor pertemuan imbang 2-2.

Gauff melangkah ke semifinal Dubai Duty Free Tennis Championships setelah menang telak 6-0, 6-2 atas Alexandra Eala. Namun ia mengaku tak menyangka bisa sampai sejauh ini.

“Tapi terkadang satu pertandingan bisa mengubah segalanya,” katanya dalam wawancara di lapangan.

Perjalanan Gauff di WTA 1000 Dubai tidak selalu mulus. Ia tersingkir lebih awal di Doha dari lucky loser Elisabetta Cocciaretto dan harus menyelamatkan tiga match point saat melawan Elise Mertens di babak 16 besar.

Masalah terbesar Gauff adalah servis. Ia mencatat 36 double fault sepanjang turnamen, termasuk 16 saat menghadapi Mertens. Meski begitu, kekuatan return dan pertahanannya luar biasa. Ia mematahkan servis Eala enam kali dan memenangi 19 break point — tertinggi di turnamen ini.

Di sisi lain, Svitolina bangkit mengalahkan lucky loser Antonia Ruzic 3-6, 6-2, 6-3. Juara Dubai 2017 dan 2018 itu menyelamatkan 11 dari 14 break point.

“Saya memiliki kenangan indah,” katanya dalam wawancara di lapangan. “Kembali ke tempat istimewa ini, saya sangat senang bisa kembali ke semifinal,” tegasnya.

Dalam pertemuan terakhir di Melbourne, Svitolina menang 6-1, 6-2.

“Dia bermain bagus di pertandingan itu, memang benar, tetapi saya juga merasa sedikit terlalu menyalahkan diri sendiri,” kata Gauff. “Saya bisa belajar dari itu ketika saya mungkin memulai pertandingan dengan lambat, bagaimana cara mengatasinya. Saya merasa dalam beberapa pertandingan terakhir ini saya tidak memulai dengan baik dan mampu mengatasinya,” tandasnya.

Semifinal Dubai ini akan menjadi ujian besar bagi Gauff untuk membalas kekalahan di Australian Open sekaligus memperbaiki konsistensi servisnya.

Anisimova vs Pegula: Rekor 4-0 yang Menyesatkan?

Semifinal WTA 1000 Dubai lainnya mempertemukan Amanda Anisimova melawan Jessica Pegula. Rekor pertemuan 4-0 berpihak pada Pegula, namun tiga laga terjadi sebelum Anisimova mencapai final Grand Slam berturut-turut tahun lalu.

Pertemuan terakhir mereka di Australia berlangsung ketat, dengan Pegula menang 6-2, 7-6 (1).

"Baru saja bermain melawannya di Australia -- saya sudah bermain melawannya berkali-kali," kata Pegula kepada wartawan. "Kami telah memainkan banyak pertandingan yang sangat ketat. Akan menarik untuk melihat hasilnya," tambahnya.

Anisimova menunjukkan mental baja saat bangkit mengalahkan Mirra Andreeva 2-6, 7-5, 7-6 (4). Ia bahkan aktif maju ke net sebanyak 25 kali untuk meredam permainan bertahan lawan.

“Saya merasa seperti mencoba berbagai hal, seperti dropshot, maju ke net, mencoba menggunakan lapangan sebanyak mungkin karena, ya, jika tidak, saya rasa poin tidak akan selesai jika saya terus memukul bola,” jelas Anisimova. “Itu adalah sesuatu yang juga saya coba tingkatkan dan perbaiki, yaitu permainan saya di net. bermain. Saya merasa bisa bermain bagus di dekat net jika saya berkomitmen,” tegasnya.

Sementara Pegula mengalahkan Clara Tauson 6-3, 2-6, 6-4 dan mencatat semifinal ketujuh beruntun di level WTA Tour — rekor pertama sejak Agnieszka Radwanska (2015-16).

“Saya rasa servis saya jauh lebih baik,” kata Pegula. “Secara fisik saya merasa baik. Bergerak lebih baik lagi. Saya rasa saya mengalami sedikit masalah lutut kronis yang kambuh sejak mungkin lebih dari setahun yang lalu,” tegasnya.

“Ada banyak hal. Tapi jujur saja, saya telah banyak berlatih untuk meningkatkan permainan saya. Saya rasa saya telah menjadi pemain yang lebih baik selama enam bulan terakhir,” pungkasnya.

Editor : Rury Anjas Andita
#preview #WTA 1000 #Semifinal #elina svitolina #Dubai Duty Free Tennis Championships