Alysa Liu, gadis yang sempat menyatakan menyerah dan pensiun dari dunia figure skating di usia 16 tahun, justru kembali ke atas es untuk mengukir sejarah paling dramatis di Milano Ice Skating Arena.
Bukan sekadar tampil, ia membungkam dunia dengan merebut medali emas Olimpiade Musim Dingin 2026 melalui performa yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa.
Dikutip dari BBC Sport, Liu yang kini berusia 20 tahun tampil memukau dengan balutan gaun emas berkilau dan iringan lagu ikonik Donna Summer.
Meski sempat terlempar ke posisi ketiga akibat kesalahan di program pendek, Liu menunjukkan mental baja di babak free skate.
Ia mencetak skor fantastis 150,20, yang membawanya ke puncak klasemen dengan total poin 226,79.
Kemenangan ini terasa sangat emosional karena Liu berhasil mengungguli rival beratnya dari Jepang, Kaori Sakamoto, yang harus puas dengan medali perak di laga terakhirnya sebelum pensiun.
Sementara itu, rekan senegara Sakamoto, Ami Nakai, membawa pulang perunggu.
Simbol Pemberontakan dan Kebangkitan Alysa Liu bukan sekadar atlet biasa. Dengan gaya rambut halo hair yang ikonik dan tindikan di bibir, ia tampil sebagai sosok "alt girl" yang mendobrak tradisi kaku dunia figure skating.
Keberhasilannya ini mengakhiri puasa gelar Amerika Serikat di nomor tunggal putri Olimpiade selama lebih dari dua dekade, sejak terakhir kali diraih Sarah Hughes pada 2002 silam.
"Keluarga dan teman-temanku ada di sana. Aku harus menyuguhkan pertunjukan untuk mereka," ujar Liu dengan penuh haru usai memastikan kemenangannya.
Ia mengaku tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena "tidak memiliki wajah poker" saat melihat penonton tersenyum menyambut aksinya.
Perjalanan Liu menuju podium tertinggi ini bak naskah film Hollywood. Setelah kegagalan di Olimpiade Beijing 2022 yang membuatnya sempat meninggalkan olahraga ini, ia membuktikan bahwa jeda panjang bukan berarti akhir dari segalanya.
Di Milan, ia bangkit dari kesalahan triple lutz di awal kompetisi untuk kemudian menyajikan rutinitas tanpa celah yang memicu sorak-sorai memekakkan telinga dari ribuan penonton yang hadir.
Kini, Alysa Liu bukan lagi sekadar remaja yang sempat kehilangan arah, melainkan legenda baru yang menuliskan namanya dengan tinta emas dalam sejarah Olimpiade.
Editor : Marthadi