Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tumbang di Kandang Sendiri, Inter Milan Resmi Angkat Kaki dari Liga Champions!

Marthadi • Rabu, 25 Februari 2026 | 13:44 WIB

Penyerang Bodo/Glimt Jens Hauge (kiri) dan bek Inter Milan asal Manuel Akanji berebut bola. (PIERO CRUCIATTI/AFP)
Penyerang Bodo/Glimt Jens Hauge (kiri) dan bek Inter Milan asal Manuel Akanji berebut bola. (PIERO CRUCIATTI/AFP)
LombokPost – Mimpi buruk benar-benar menjadi nyata bagi publik Giuseppe Meazza.

Dominasi mutlak dengan 70 persen penguasaan bola berakhir sia-sia setelah Inter Milan dipaksa bertekuk lutut oleh wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dalam malam yang penuh drama dan air mata pada Rabu (25/2) dini hari WIB.

Dikutip dari JawaPos.com, tim asuhan Cristian Chivu ini harus menelan pil pahit kalah 1-2 di leg kedua babak playoff, yang membuat mereka tersingkir secara menyakitkan dengan agregat total 2-5.

Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, efektivitas serangan Nerazzurri tampak tumpul di hadapan disiplinnya pertahanan lawan.

Statistik yang Menyesakkan

Pertandingan sejatinya berjalan berat sebelah jika hanya melihat angka di atas kertas. Inter mencatatkan 603 operan akurat dan melepaskan total 33 percobaan tembakan.

Namun, dari puluhan peluang tersebut, hanya enam yang benar-benar menguji kiper lawan.

Sebaliknya, Bodo/Glimt tampil klinis. Dari hanya tujuh tembakan yang mereka lepaskan, lima di antaranya tepat sasaran dan dua berbuah gol.

Petaka bagi Inter dimulai pada menit ke-58 lewat aksi Jens Petter Hauge, disusul gol kedua dari Hakon Evjen pada menit ke-72 yang membungkam seisi stadion.

Inter sempat memupuk harapan tipis saat bek timnas Italia, Alessandro Bastoni, mencetak gol melalui situasi bola mati pada menit ke-78.

Sayangnya, hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada keajaiban tambahan bagi tuan rumah.

Kritikan Pedas Sang Legenda

Kekalahan ini memicu reaksi keras, termasuk dari legenda sepak bola Italia, Alessandro Del Piero.

Ia menyebut permainan Inter Milan kali ini terasa biasa saja dan terlalu pasif, sehingga wajar jika mereka akhirnya disingkirkan oleh tim yang lebih efisien.

Kegagalan memaksimalkan 16 tendangan sudut menjadi catatan merah bagi lini depan Inter yang seolah kehilangan taring di saat paling krusial.

Dengan hasil ini, Bodo/Glimt resmi mengukir sejarah baru di kompetisi tertinggi Eropa tersebut, sementara Inter harus mengubur mimpi mereka lebih awal.

Editor : Marthadi
#inter milan #Bodo/Glimt #giuseppe meazza #liga champions #Hasil Liga Champions