Meski menang tipis 3-2 atas Qarabag dan unggul agregat telak 9-3, bintang mereka Sandro Tonali justru meledak karena kecewa berat dengan performa rekan-rekannya.
Dikutip dari laporan Sky Sports, pasukan Eddie Howe sebenarnya memulai laga dengan sangat bertenaga lewat gol kilat Sandro Tonali dan Joelinton dalam enam menit pertama.
Bek Sven Botman bahkan sempat memperlebar keunggulan lewat sundulan mautnya.
Namun, performa The Magpies merosot tajam di babak kedua hingga membuat tim tamu mampu mencuri dua gol balasan.
Kemarahan Tonali dipicu oleh sikap skuad Newcastle yang dianggap "malas" dan hanya bermain untuk mempertahankan skor di paruh kedua.
"Saya tidak senang karena kami bermain hanya untuk hasil. Fans layak mendapatkan 100 persen di setiap laga," tegas Tonali dengan nada pedas sembari menyebut gol lawan sebagai "gol bodoh".
Manajer Eddie Howe pun tidak membantah kritikan pedas pemainnya tersebut.
Howe mengakui timnya kehilangan kendali dan terlalu cepat "mengangkat kaki dari pedal gas" alias mengendurkan serangan.
Ia berdalih faktor kelelahan akibat jadwal padat Premier League menjadi biang keladi melempemnya performa tim di akhir laga.
Meski diwarnai kekecewaan, Newcastle tetap dipastikan melaju ke fase gugur bersama wakil Inggris lainnya seperti Arsenal, Man City, Liverpool, Chelsea, dan Tottenham.
Kini, mereka tinggal menunggu hasil undian hari Jumat untuk mengetahui apakah mereka akan langsung dipertemukan dengan raksasa Spanyol, Barcelona, atau justru rival domestik mereka, Chelsea.
Eddie Howe memberikan peringatan keras bahwa performa labil seperti ini tidak boleh terulang jika Newcastle tidak ingin sekadar menjadi penggembira di babak 16 besar nanti.
Editor : Marthadi