Tanpa keunggulan gol tandang setelah bermain imbang 2-2 di leg pertama, laga ini ibarat final dini yang memaksa kedua tim tampil habis-habisan demi satu tiket berharga menuju babak 16 besar.
Dikutip dari BBC Sport, tensi pertandingan dipastikan memuncak mengingat rekor pertemuan kedua tim yang selalu berakhir tanpa pemenang.
Dalam dua bentrokan terakhir musim ini, baik di fase grup maupun leg pertama play-off, keduanya selalu berbagi angka, termasuk hasil imbang tanpa gol di bulan Desember lalu.
Benteng Kokoh Doosan Arena Viktoria Plzen memiliki modal "tembok raksasa" yang sangat sulit diruntuhkan jika bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
Statistik menunjukkan Plzen berhasil mencatatkan 16 clean sheet dari 22 laga kandang terakhir mereka di kompetisi Eropa.
Sejauh ini, hanya raksasa sekelas Bayern Munich dan Barcelona yang mampu berpesta gol di markas mereka tersebut.
Selain faktor kandang, sosok Sampson Dweh diprediksi akan menjadi momok bagi lini serang Panathinaikos.
Dweh merupakan satu-satunya pemain di Liga Europa musim ini yang mencatatkan lebih dari 30 tekel, 42 kali merebut bola, dan memenangkan 68 duel fisik di lapangan.
Hantu Laga Tandang Panathinaikos Di sisi lain, Panathinaikos datang dengan beban sejarah yang cukup berat.
Raksasa Yunani ini tercatat selalu menelan kekalahan dalam tiga laga tandang terakhir mereka di babak gugur kompetisi mayor Eropa.
Terakhir kali mereka pulang dengan senyum dari laga tandang babak gugur adalah saat membungkam AS Roma pada Februari 2010 silam.
Baca Juga: Anak Jalanan Gelandang dan Pengemis Menjamur di Bulan Puasa
Kunjungan ke Ceko ini juga menjadi yang pertama bagi Panathinaikos dalam dua dekade terakhir, setelah sebelumnya sempat menang tipis atas Mlada Boleslav pada tahun 2006.
Dengan statistik pertahanan Plzen yang mengerikan dan tren negatif laga tandang Panathinaikos, mampukah tim tamu memecahkan kutukan mereka, atau justru Doosan Arena kembali memakan korban? Jawabannya akan tersaji saat peluit sepak mula dibunyikan pukul 17.45 waktu setempat.
Editor : Marthadi