Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Yamaha Makin Kacau? Fabio Quartararo Frustrasi Berat, Sebut Motor 2026 'Gak Jelas Arahnya' Setelah Tercecer di MotoGP Buriram!

Nurul Hidayati • Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:10 WIB

Fabio Quartararo saat menjalani sesi di Sirkuit Buriram, Thailand.
Fabio Quartararo saat menjalani sesi di Sirkuit Buriram, Thailand.

LombokPost - Juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap perkembangan motor Yamaha YZR-M1 versi 2026.

Usai menjalani sesi di Sirkuit Buriram, Thailand, pembalap berjuluk El Diablo ini melontarkan kritik pedas yang menyebut bahwa timnya saat ini seolah kehilangan arah dalam pengembangan motor.

Meski Yamaha telah melakukan berbagai upaya teknis selama musim dingin, Quartararo merasa perubahan yang dilakukan tidak memberikan dampak signifikan pada catatan waktu dan kenyamanan berkendara di lintasan.

Kebingungan di Garasi Yamaha

Masalah utama yang dikeluhkan Quartararo bukan lagi sekadar kekurangan tenaga mesin (top speed), melainkan identitas motor yang semakin tidak jelas.

Jika dulu Yamaha dikenal sebagai motor paling lincah di tikungan, kini keunggulan tersebut perlahan sirna tanpa ada kompensasi di sektor lain.

"Kami mencoba banyak hal, tapi rasanya tidak ada arah yang jelas. Setiap kali kami mencoba memperbaiki satu area, masalah lain muncul. Sangat sulit untuk tetap positif ketika Anda merasa sudah memacu motor hingga batasnya namun tetap tertinggal jauh," ujar Quartararo dengan nada frustrasi.

Kalah Saing dengan Pabrikan Eropa

Kekecewaan Quartararo semakin diperparah dengan progres pesat yang ditunjukkan pabrikan Eropa seperti Ducati, KTM, dan Aprilia.

Di saat tim lain sudah menemukan basis motor yang stabil sejak awal musim 2026, Yamaha masih berkutat dengan eksperimen komponen yang seringkali tidak membuahkan hasil.

Ia juga menyoroti bahwa motor 2026 ini sulit diprediksi, terutama dalam kondisi ban yang mulai aus, yang mana merupakan titik terkuatnya di masa lalu.

"Kami seperti berjalan di tempat," tambahnya.

Tuntutan untuk Perubahan Radikal

Situasi ini memberikan tekanan besar bagi manajemen Yamaha. Pasalnya, kehadiran rekan setim baru seperti Toprak Razgatlioglu yang juga sedang berjuang beradaptasi menuntut Yamaha untuk segera menyediakan paket motor yang kompetitif. Quartararo mendesak para insinyur di Jepang untuk melakukan evaluasi total dan tidak hanya memberikan solusi "tambal sulam" yang tidak menyelesaikan masalah inti.

Masa depan Quartararo di Yamaha pun kembali menjadi spekulasi jika tim berlogo garpu tala tersebut tidak mampu memberikan jaminan teknis bahwa mereka bisa kembali bersaing di barisan depan sebelum musim 2026 berakhir.

Frustrasi Quartararo adalah sinyal merah bagi Yamaha di awal musim ini.

Editor : Kimda Farida
#MotoGP #thailand #Motor #yamaha #fabio quartararo